Tarakan – Nokia Indonesia terus berupaya dalam mendorong penguatan talenta digital nasional, khususnya di daerah, melalui penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building Gensi (Generasi Terkoneksi) yang digelar di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kalimantan Utara, Selasa (10/2/2026).
ESH Principal Nokia Indonesia Hendri Widjaja mengatakan, generasi muda Indonesia harus mampu mengambil peran strategis dalam ekosistem teknologi global, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai inovator dan pencipta teknologi.
“Kita ingin talenta-talenta muda Indonesia memiliki daya saing global. Bukan hanya menjadi konsumen teknologi atau AI dari luar negeri, tetapi mampu melahirkan inovasi dari dalam negeri, termasuk dari daerah seperti Tarakan,” kata Hendri.
Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen Nokia melalui pilar Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya program Bridging Digital Divide, yang berfokus pada upaya memperkecil kesenjangan akses dan kapasitas digital di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Hendri, tantangan transformasi digital ke depan tidak hanya terletak pada ketersediaan infrastruktur konektivitas, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
“Transformasi digital memiliki tiga kunci utama, yakni terkoneksi, berdaya saing, dan beretika. Ide saja tidak cukup, yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengimplementasikan teknologi AI menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Kegiatan Capacity Building Gensi di Tarakan merupakan puncak dari rangkaian program yang telah disiapkan selama enam bulan terakhir bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sebelumnya, rangkaian kegiatan serupa telah dilaksanakan sejak Desember 2025 di Tarakan dan Palembang, termasuk di Universitas Sriwijaya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan pelajar diajak untuk melakukan diskusi dan brainstorming guna merumuskan ide-ide inovatif berbasis AI. Nokia juga menghadirkan para pakar dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Akagali, serta tim internal Nokia untuk memberikan pendampingan teknis dan strategis.
“Hari ini kami fokus mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide dari mahasiswa dan pelajar. Dengan pendampingan para ahli, ide tersebut diharapkan dapat ditransformasikan menjadi implementasi AI yang aplikatif,” tambah Hendri.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Nokia, Indosat Ooredoo Hutchison, Universitas Borneo Tarakan, dan BPPTIK Komdigi. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem talenta digital nasional, sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi, khususnya di wilayah Kaltara.(*)











Discussion about this post