TARAKAN – Ketua Koperasi Merah Putih Selumit, Saifullah, mengungkapkan produksi pupuk organik yang dikelola koperasinya mulai menunjukkan perkembangan positif. Permintaan rutin datang dari kelompok tani kakao di wilayah Malinau dengan rata-rata pemesanan mencapai 200 kilogram per bulan.
Selain kelompok tani kakao, pemesanan juga datang dari sektor perkebunan dan tambak. Secara keseluruhan, distribusi pupuk organik saat ini mencapai sekitar 500 kilogram per bulan dengan harga jual Rp50 ribu per kemasan 2 kilogram.
“Kami bersyukur permintaan sudah rutin, terutama dari kelompok tani coklat di Malinau. Di luar itu ada juga dari kebun dan tambak,” ujar Saifullah.
Target Perluasan Usaha Pangan
Tak hanya fokus pada pupuk organik, Koperasi Merah Putih Selumit juga tengah menyiapkan pengembangan usaha di sektor pangan. Dalam skema bisnis ke depan, koperasi berencana mendatangkan beras dan telur dari Sulawesi.
Saifullah menjelaskan, pihaknya memiliki jaringan usaha peternakan ayam petelur di Sulawesi yang akan dikembangkan dalam skala lebih besar untuk memenuhi kebutuhan telur di Kota Tarakan.
“Kebutuhan telur di Tarakan cukup tinggi dan selama ini banyak dipasok dari Sulawesi. Kita mulai dari Tarakan dulu, tapi tidak menutup kemungkinan ke daerah lain,” katanya.
Ia menegaskan, Koperasi Merah Putih tidak dibatasi ruang lingkup usahanya, sehingga memungkinkan ekspansi ke berbagai daerah sesuai potensi dan peluang pasar.
Harapan Kemudahan Izin Edar Pupuk
Terkait izin edar pupuk organik, Saifullah menyebut pihaknya telah menyerahkan sampel pupuk seberat 5 kilogram kepada Wakil Menteri Koperasi untuk ditindaklanjuti.
Ia berharap proses perizinan dapat dipercepat agar produksi bisa ditingkatkan dan pemasaran diperluas.
Untuk uji laboratorium, koperasi sebelumnya mendapatkan informasi biaya pengujian mencapai sekitar Rp32 juta melalui laboratorium di Bogor yang memiliki lisensi internasional. Pengujian tersebut mencakup analisis kandungan serta mikroba dalam pupuk.
“Kami berharap ada solusi agar proses ini bisa lebih cepat dan terjangkau, sehingga produksi pupuk organik kami bisa berkembang,” ujarnya.
Saifullah optimistis dengan dukungan pemerintah, termasuk dari Kementerian Koperasi, Koperasi Merah Putih Selumit dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan pangan di Kota Tarakan.(*)











Discussion about this post