Tarakan – Wali Kota Tarakan, Khairul, menyoroti pentingnya sertifikasi halal sebagai salah satu syarat utama dalam mendorong produk UMKM masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern.
Dalam sambutannya pada pembukaan Kashafa 2026, ia menyebutkan bahwa salah satu kendala utama pelaku UMKM adalah biaya pengurusan sertifikasi halal yang dinilai cukup besar.
“Salah satu syarat untuk masuk ke industri halal tentu sertifikasi halal. Tapi ini yang menjadi kendala, karena untuk mendapatkan sertifikasi harus berbayar. Sementara UMKM yang baru mulai sering kali belum memiliki kemampuan finansial,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Daerah setiap tahun menganggarkan bantuan sertifikasi halal bagi lima hingga enam UMKM. Namun jumlah tersebut dinilai masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan yang ada.
Di sisi lain, Pemkot Tarakan juga telah mendorong ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart untuk mengakomodasi sekitar 30 persen produk UMKM lokal. Namun, untuk bisa masuk ke ritel modern, pelaku UMKM harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memiliki IRTP (Industri Rumah Tangga Pangan) serta sertifikasi halal.
“IRTP bisa diterbitkan oleh Pemkot, tapi sertifikasi halal bukan kewenangan kami. Ini yang jadi dilema. Ruang sudah kami siapkan, regulasi sudah kami buat, tapi ada syarat yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Khairul pun mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, serta perusahaan BUMN melalui program CSR untuk membantu pembiayaan sertifikasi halal bagi UMKM.
“Mungkin bisa ada dukungan CSR dari perbankan atau BUMN untuk membantu pembiayaan sertifikasi halal. Supaya UMKM kita bisa bergerak lebih luas dan memperluas pasar,” katanya.
Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya menjamin aspek keagamaan, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan produk pangan, sehingga masyarakat memperoleh produk yang “halalan thayyiban”-halal dan baik.
Ia berharap, dengan dukungan bersama, UMKM Tarakan dapat semakin berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi syariah nasional.(*)












Discussion about this post