Tarakan — Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalimantan Utara kembali menggelar kegiatan in-house training dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi SDM dalam Pengolahan dan Pelayanan Air Minum Profesional dan Berkelanjutan PDAM Kalimantan Utara.” Kegiatan ini menjadi pelatihan keempat yang dilaksanakan selama masa kepemimpinan saat ini.
Direktur PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor krusial dalam mendukung kinerja Badan Daerah Air Minum (PDAM).
“Sebagus apa pun sistem yang dimiliki, jika SDM-nya lemah, maka ke depan akan sulit berkembang. Karena itu, kami terus melakukan upgrade kemampuan SDM, baik dari sisi keterampilan, pengetahuan, maupun soft skill dan hard skill,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 107 karyawan yang merupakan perwakilan dari berbagai PDAM di seluruh Kalimantan Utara. Para peserta mendapatkan pembekalan untuk menghadapi tantangan pelayanan air minum yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi, manajemen risiko, manajemen SDM, hingga pengelolaan keuangan.
Iwan menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar seluruh karyawan PDAM mampu meningkatkan kompetensinya sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Ke depan, tantangan pelayanan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, kemampuan SDM harus terus diperbarui agar mampu beradaptasi dan memberikan solusi,” katanya.
Ia juga menilai bahwa secara umum kinerja PDAM di Kalimantan Utara menunjukkan tren positif. Beberapa daerah seperti Nunukan, Bulungan, dan Malinau dinilai mengalami peningkatan, terutama dalam kecepatan respons terhadap gangguan distribusi air dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Nunukan misalnya, sekarang lebih cepat dalam menangani wilayah yang tidak teraliri air. Bahkan sudah mampu menyetor dividen hingga Rp2 miliar. Daerah lain seperti Bulungan dan Malinau juga menunjukkan perkembangan yang baik,” jelasnya.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, Iwan berharap peningkatan kinerja tidak hanya terjadi di PDAM Tarakan, tetapi merata di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
“Saya mengajak seluruh PDAM di Kaltara untuk bersama-sama membenahi pelayanan air minum agar semakin profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post