Tarakan – Anggota DPRD Tarakan, Asrin R Saleh, menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan kawasan kumuh di wilayah pesisir, khususnya di kawasan Tanjung Batu dan Tanjung Pasir, Kelurahan Mamburungan.
Hal tersebut disampaikannya saat menyikapi hasil pembahasan terkait kawasan kumuh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar beberapa waktu lalu.
Menurut Asrin, salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat pesisir adalah buruknya akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap pelayanan pengelolaan sampah. Ia menjelaskan, meskipun telah tersedia program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah, pelaksanaannya kerap terkendala kondisi jalan yang tidak memadai.
“Petugas pengangkut sampah sebenarnya sudah memiliki program penjemputan sampah ke rumah-rumah warga. Namun, karena kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui, sampah sering kali tidak terangkut hingga berminggu-minggu,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Asrin, mendorong sebagian warga mengambil jalan pintas dengan membuang sampah secara sembarangan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk lebih serius menangani persoalan infrastruktur di kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya mengatasi kawasan kumuh.
“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pengelolaan sampah. Infrastruktur dasar harus menjadi perhatian utama agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Asrin juga menyinggung usulan program bedah rumah yang disebut akan menyasar tujuh unit rumah di Kota Tarakan. Ia berharap wilayah pesisir, khususnya Tanjung Pasir, dapat menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, jika usulan tersebut disetujui, setidaknya 30 hingga 40 persen dari total bantuan dapat dialokasikan ke kawasan pesisir yang masih banyak memiliki rumah tidak layak huni.
“Kami berharap wilayah pesisir, terutama Tanjung Pasir, mendapatkan porsi prioritas dalam program bedah rumah. Ini penting untuk membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat,” tegasnya.
Asrin mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menangani persoalan kawasan kumuh secara serius dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup warga pesisir Tarakan.(*)











Discussion about this post