CHIANG MAI — Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kalimantan Utara bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara melakukan pertemuan awal dengan perwakilan Thai Muslim Trade Association (TMTA) Chiang Mai, Thailand, pada 7 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kolaborasi ekonomi sekaligus memperkuat jejaring pengusaha Muslim antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam pengembangan sektor usaha dan ekonomi kreatif.
Pertemuan di Chiang Mai itu dihadiri Mr. Masukree Kueteh, Representative TMTA Chiang Mai sekaligus Managing Director Mutiara Lanna Travel; dr. Muhamad Ihya Ulumuddin Rahawarin, Sp.B-ET, FICS, AIFO-K, CLM, CPM, Ketua Umum MPW Pemuda ICMI Kalimantan Utara sekaligus Ketua Departemen UMKM dan Industri Kreatif DPP APINDO Kalimantan Utara; serta Rendabel Radian, influencer dan Former Head of PPI Columbia University, New York.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas sejumlah peluang kerja sama yang potensial dikembangkan, meliputi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, bisnis halal, perdagangan, pariwisata, hospitality, bisnis kopi, hingga kewirausahaan generasi muda.
Pembahasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai bentuk kolaborasi konkret, termasuk pertukaran informasi dan jejaring usaha, promosi produk, peluang investasi, serta pengembangan pasar bagi pelaku usaha dari kedua negara.
Inisiatif ini juga diharapkan menjadi fondasi awal terbentuknya jejaring Muslim Business Network Indonesia–Thailand yang lebih luas. Jejaring tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pengusaha, pelaku UMKM, industri kreatif, dan generasi muda untuk membangun koneksi bisnis dalam konteks kerja sama ekonomi kawasan ASEAN.
Bagi Pemuda ICMI Kalimantan Utara, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring dan membawa potensi daerah ke ruang kolaborasi regional. Kalimantan Utara yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan dinilai memiliki peluang untuk mengambil peran dalam membangun konektivitas ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
“Dari silaturahmi menuju kemitraan. Dari Kalimantan Utara untuk ASEAN,” menjadi semangat yang diusung dalam membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara tersebut.(*)












Discussion about this post