TARAKAN — Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui POGI Pusat bersama PT Pegadaian menggelar program SPRINT (Serentak Menyelamatkan Perempuan Indonesia) di 36 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut salah satunya dilaksanakan di Kalimantan Utara dengan fokus pada screening ibu hamil sebagai bagian dari program Merdeka Stunting.

Ketua POGI Cabang Kalimantan Utara, dr. IGNB Surya Udayana, SpOG Subsp. FER, FISOG, mengatakan kegiatan ini bertujuan melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil yang memiliki risiko tinggi sekaligus memantau perkembangan janin.
“Screening ini merupakan bagian dari program Merdeka Stunting. Kita berusaha melakukan screening yang tepat pada ibu-ibu yang berisiko tinggi dan melihat bagaimana perkembangan janinnya, sehingga diharapkan kehamilannya berjalan baik, sehat, dan bayinya lahir sehat,” ujar Surya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 ibu hamil mendapatkan layanan screening dan konseling secara gratis. Pemeriksaan tidak hanya mencakup pemantauan kondisi ibu dan berat janin, tetapi juga pemeriksaan aliran darah menggunakan Doppler fetometri untuk mengevaluasi kondisi aliran darah dari plasenta dan ibu ke janin.
Menurut Surya, pemeriksaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi lebih awal kondisi yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Selain pemeriksaan, para peserta juga mendapatkan vitamin serta edukasi mengenai perawatan kehamilan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Edukasi juga mencakup pentingnya periode 1.000 hari pertama kehidupan, yang terdiri dari sekitar 270 hari selama masa kehamilan dan 730 hari setelah kelahiran hingga anak berusia dua tahun.
“Ini adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan anak dan menentukan perkembangannya pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Surya berharap program Merdeka Stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya terpusat di Kota Tarakan. Ke depan, wilayah dengan risiko tinggi, seperti daerah yang memiliki akses layanan kesehatan terbatas atau tingkat kunjungan pemeriksaan kehamilan (ANC) yang belum teratur, dapat menjadi sasaran kegiatan.
“Kita akan mencari daerah-daerah mana yang berisiko. Jadi tidak hanya di Tarakan, tetapi bisa meluas ke seluruh Kalimantan Utara,” katanya.
Pelaksanaan program tersebut untuk sementara dilakukan secara serentak dan gratis dengan dukungan POGI Pusat dan Pegadaian. Mengenai frekuensi pelaksanaan pada tahun-tahun berikutnya, Surya mengatakan hal tersebut masih menunggu arahan dari POGI Pusat, namun diharapkan dapat dilakukan secara rutin.
“Harapannya program ini bisa terus ada sampai tahun-tahun berikutnya. Kemungkinan setahun sekali, tetapi itu tergantung arahan dari pusat,” ujarnya.
Di sisi lain, Surya juga menjelaskan perkembangan klinik tempat kegiatan tersebut dilaksanakan. Klinik tersebut telah beroperasi sejak sekitar enam bulan lalu setelah sebelumnya layanan berada di Apotek Kurnia.
Ke depan, klinik tersebut diarahkan menjadi klinik dengan layanan subspesialistik. Selain layanan kebidanan dan kandungan, akan tersedia sejumlah dokter spesialis dan subspesialis, di antaranya dokter mata dan dokter onkologi, serta direncanakan layanan dokter urologi.
“Kita ingin membuat klinik subspesialistik. Dokter-dokter yang selama ini menangani pasien di rumah sakit juga bisa memberikan pelayanan di sini secara swasta, terutama di luar jam kerja rumah sakit,” pungkas Surya.(*)











Discussion about this post