TARAKAN – TNI melalui Kodim 0907/Tarakan membuka badan jalan sepanjang 2,5 kilometer di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, sebagai salah satu sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Pembangunan akses ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu perjalanan hingga 1,5 jam.
Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., menjelaskan, pembukaan badan jalan tersebut dilakukan karena akses di kawasan Tanjung Batu saat ini masih buntu. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tarakan, jalan tersebut direncanakan dapat tersambung hingga kawasan sekitar Gua Maria sehingga masyarakat memiliki akses lanjutan tanpa harus memutar melalui jalur lain.
“Panjang jalan yang kita kerjakan sekitar 2.500 meter atau 2,5 kilometer, dengan lebar delapan meter. Pengerjaannya kita estimasikan selama 30 hari. Mudah-mudahan bisa selesai lebih cepat dari target,” ujar Danan Wisnubrata.
Ia menjelaskan, pekerjaan dalam program TMMD kali ini masih berupa pembukaan badan jalan dan belum sampai pada tahap pengerasan menggunakan material agregat. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat turut dilibatkan dengan jumlah sekitar 150 orang. Pada jalur tersebut juga akan dipasang gorong-gorong untuk mendukung aliran air, tanpa pembangunan jembatan.
Menurut Danan, keberadaan jalan baru tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperpendek waktu tempuh menuju akses jalan berikutnya. Jika pembangunan berjalan lancar dan jalan dapat dimanfaatkan, waktu perjalanan masyarakat diperkirakan bisa dipangkas sekitar satu hingga satu setengah jam. Meski demikian, faktor cuaca yang berubah-ubah masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga diperlukan perencanaan dan antisipasi yang matang.
Pembukaan TMMD ke-130 digelar di halaman Tarakan Art Convention Center (TACC), Selasa (13/10/2026). Selain pembukaan akses jalan, program tersebut juga mencakup sejumlah kegiatan lain, seperti pembangunan tempat ibadah, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), penanaman pohon, serta pelepasliaran burung endemik Kalimantan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.(*)













Discussion about this post