TARAKAN – Pemerataan kapasitas ruang belajar menjadi fokus Dinas Pendidikan Kota Tarakan dalam mendukung target penerapan pembelajaran satu shift pada 2028. Sejumlah sekolah yang masih memberlakukan dua shift akan menjadi perhatian melalui pemetaan kebutuhan ruang kelas, ketersediaan lahan, hingga opsi pengembangan bangunan bertingkat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, S.T., M.Sc., mengatakan jumlah sekolah dasar di Tarakan pada dasarnya masih memadai untuk menampung calon peserta didik. Namun, keterbatasan ruang kelas di sekolah dengan jumlah siswa tinggi membuat kegiatan belajar harus dibagi menjadi sesi pagi dan siang.
Menurutnya, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Penambahan ruang kelas dapat dilakukan pada sekolah yang masih memiliki lahan, sedangkan sekolah di kawasan padat perlu mempertimbangkan pembangunan bertingkat dengan memperhitungkan kondisi fisik bangunan dan kebutuhan anggaran.
Disdik juga mengandalkan pemetaan kebutuhan serta usulan melalui program revitalisasi satuan pendidikan untuk mendukung penambahan kapasitas ruang belajar. Dengan perencanaan bertahap dan sesuai karakteristik sekolah, target pembelajaran satu shift diharapkan dapat diwujudkan tanpa mengabaikan pertumbuhan jumlah peserta didik maupun kemampuan anggaran pemerintah.(*)













Discussion about this post