TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menerapkan SiGanak Hibot untuk mempermudah pemantauan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan sekolah. Melalui sistem digital ini, pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan kertas mulai beralih ke sistem elektronik agar pelaksanaan pembiasaan siswa lebih mudah dipantau dan dievaluasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, S.T., M.Sc., mengatakan, sebelum penerapan SiGanak Hibot, sekolah sebenarnya telah menjalankan program tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam aktivitas sehari-hari. Namun, pencatatannya masih dilakukan secara manual sehingga diperlukan sistem yang lebih praktis untuk menghimpun dan memantau data pelaksanaan program tersebut.
“Selama ini sebenarnya sekolah sudah menjalankan tujuh kebiasaan itu. Hanya saja pencatatannya masih manual, menggunakan kertas. Sekarang kita coba digitalisasi supaya pemantauannya lebih mudah dan datanya juga bisa terlihat,” ujar Tamrin.
Dalam penerapannya, Disdik Tarakan terlebih dahulu memberikan bimbingan teknis kepada guru mengenai penggunaan sistem. Sosialisasi juga dilakukan kepada orang tua dan siswa agar mereka memahami mekanisme pengisian. Pendampingan keluarga dinilai penting, terutama bagi siswa di jenjang pendidikan awal yang masih membutuhkan bantuan orang tua.
Menurut Tamrin, sistem digital tersebut memungkinkan orang tua, sekolah, dan Disdik memantau pelaksanaan pembiasaan dengan lebih terstruktur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aplikasi hanya menjadi sarana pendukung. Hal utama yang ingin dicapai adalah terbentuknya kebiasaan positif pada diri siswa, baik di rumah maupun di sekolah. “Yang paling penting sebenarnya bukan aplikasinya. Aplikasi itu alat untuk membantu kita memantau. Yang kita lihat adalah apakah kebiasaan baik itu benar-benar dilakukan anak-anak dalam kehidupan mereka,” tuturnya.(*)













Discussion about this post