TARAKAN – Keterbatasan ruang belajar masih menjadi tantangan bagi SDN 018 Karang Rejo dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada ratusan siswanya.
Dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 613 orang, sekolah tersebut hingga kini masih menerapkan sistem pembelajaran dua shift, yakni pagi dan siang, untuk mengakomodasi seluruh siswa.
Plt Kepala SDN 018 Karang Rejo, Jumriani, S.Pd., mengungkapkan penerapan sistem tersebut dilakukan karena kapasitas ruang kelas yang tersedia belum mampu menampung seluruh siswa dalam satu waktu pembelajaran.
“Untuk ruangannya masih kami sistem paralel. Jadi ada yang masuk pagi, kemudian dilanjutkan dengan siswa yang masuk siang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat delapan rombongan belajar yang masih harus mengikuti kegiatan pembelajaran pada siang hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan sekolah dalam mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan dengan baik.
Dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 600 orang, kebutuhan ruang kelas menjadi perhatian agar seluruh peserta didik ke depan dapat mengikuti pembelajaran dengan waktu yang lebih ideal.(*)













Discussion about this post