TARAKAN – Upaya mengenalkan bahasa dan budaya lokal kepada generasi muda terus dilakukan SDN 018 Karang Rejo melalui pembelajaran muatan lokal.
Sekolah tersebut memasukkan materi bahasa dan budaya Tidung sebagai bagian dari pembelajaran bagi seluruh siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Plt Kepala SDN 018 Karang Rejo, Jumriani, S.Pd., mengatakan materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan bahasa Tidung, tetapi juga mencakup berbagai aspek kebudayaan daerah.
“Bukan bahasa saja, tetapi kami juga memperkenalkan budaya Tidung. Misalnya makanan khas, alat musik, dan berbagai hal yang berkaitan dengan budaya Tidung,” jelasnya.
Menurutnya, pengenalan budaya lokal melalui pembelajaran di sekolah menjadi salah satu cara agar siswa lebih mengenal kekayaan budaya daerah sejak dini.
Meski demikian, penggunaan bahasa Tidung dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah belum diterapkan. Begitu pula penggunaan nama-nama ruangan dengan istilah bahasa daerah yang hingga kini belum dilakukan.
Melalui pembelajaran muatan lokal tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai bahasa dan identitas budaya daerah.(*)













Discussion about this post