TARAKAN – Dr. Hasbi resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Galaxy, Tarakan.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung dinamis, Dr. Hasbi meraih 14 suara dari total 26 suara sah, mengungguli pesaingnya. Pemilihan sempat diwarnai usulan musyawarah mufakat, namun akhirnya forum memutuskan tetap menggunakan mekanisme voting.
“Sebetulnya ada masukan agar dilakukan secara aklamasi, tapi saya ingin kita belajar berdemokrasi. Demokrasi bukan untuk saling menyakiti, tapi untuk pendewasaan bersama,” ujar Dr. Hasbi usai pemilihan.
Ia menegaskan, kontestasi tidak meninggalkan perpecahan. Dirinya dan kandidat lain tetap berangkulan dan berkomitmen bersama membesarkan organisasi.
Libatkan Semua Pilar dan Badan Otonom
Usai terpilih, Dr. Hasbi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Steering Committee akan menyusun struktur kepengurusan baru dengan melibatkan seluruh pilar KKSS, termasuk unsur perempuan dan pemuda.
Ia juga memastikan organisasi-organisasi di bawah naungan KKSS tetap akan diakomodir, meskipun secara administratif ada yang belum terdaftar secara lengkap di tingkat pusat.
“Kita tetap berpegang pada AD/ART, tapi semua elemen akan kita rangkul agar KKSS solid dan inklusif,” katanya.
Fokus Sosial dan Hindari Tarikan Politik
Sebagai dokter yang masih aktif bertugas di rumah sakit, Dr. Hasbi mengakui tanggung jawab memimpin organisasi paguyuban besar bukan hal ringan. Namun ia mengaku siap mengabdi.
“Kalau bukan sekarang kita mengabdi di kerukunan, kapan lagi?” ujarnya.
Dalam program kerja awal, ia menargetkan penguatan rasa memiliki terhadap KKSS di kalangan warga Sulawesi Selatan perantauan di Tarakan. Fokus utama akan diarahkan pada kegiatan sosial, termasuk membantu warga kurang mampu, kegiatan kesehatan, hingga sunatan massal.
Ia juga berharap organisasi tidak lagi terseret dalam kepentingan politik praktis.
“Silakan anggota berpolitik karena itu hak pribadi, tapi organisasi jangan dibawa. Kalau organisasi digiring ke politik, itu bisa memecah persaudaraan,” tegasnya.
Bangun Solidaritas dan Dana Kas Rutin
Dr. Hasbi juga mendorong sistem iuran rutin anggota, meskipun nominalnya kecil, guna memperkuat kas organisasi untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Kita ini perantau. Tidak semua sukses. Masih ada saudara-saudara kita yang kesulitan, terutama saat sakit atau dalam kondisi darurat,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru segera terbentuk sebelum agenda pelantikan ditetapkan. Selain kegiatan sosial, program pemuda, olahraga, budaya, serta kegiatan Ramadan juga akan menjadi perhatian kepengurusan mendatang.
Musda KKSS Tarakan kali ini menjadi momentum konsolidasi organisasi, dengan harapan kepengurusan baru mampu membawa KKSS lebih solid dan berdaya guna bagi masyarakat Sulawesi Selatan di Kota Tarakan.(*)











Discussion about this post