Tarakan – Owner Resto Cabe Kampung Kita, Muddain, menegaskan bahwa kehadiran usahanya di Kota Tarakan bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata bagi daerah.
Hal itu disampaikan Muddain usai menggelar doa bersama yang turut menghadirkan anak yatim, tokoh agama, serta keluarga besar. Ia berharap doa yang dipanjatkan membawa keberkahan bagi perjalanan usaha ke depan.
“Kita berharap doa anak yatim ini bisa menggugah agar Cabe Kampung Kita ini bisa sukses dan lebih berkah,” ujarnya.
Selain itu, Muddain menjelaskan, selain menghadirkan konsep kuliner tradisional yang unik, pihaknya juga ingin memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Ia menekankan komitmennya untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.
“Alhamdulillah, karyawan Cabe Kampung Kita, termasuk tukang parkir dan lainnya, sekitar 33 orang. Artinya, kami mampu menciptakan lapangan kerja baru di Kota Tarakan,” jelasnya.
Menurut Muddain, nama Cabe Kampung Kita memiliki keunikan tersendiri dan menjadi satu-satunya di Indonesia, khususnya di Kota Tarakan. Ia optimistis, dengan konsep dan cita rasa yang ditawarkan, restoran tersebut dapat berkembang lebih luas.
“Harapan kami, Cabe Kampung Kita bisa menembus kuliner nasional, dan titik nolnya ada di Kota Tarakan,” ungkapnya penuh optimisme.
Dengan semangat keberkahan dan pemberdayaan ekonomi lokal, Resto Cabe Kampung Kita diharapkan menjadi salah satu ikon kuliner baru yang membanggakan Kota Tarakan serta Kalimantan Utara.(*)











Discussion about this post