TARAKAN – Khairul menyampaikan apresiasi atas pembukaan SPPG Gunung Lingkas 003 yang diharapkan dapat memperluas pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Kota Tarakan.
Khairul mengatakan, dengan beroperasinya fasilitas tersebut maka jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tarakan kini mencapai 24 unit.
“Pertama tentu saya menyampaikan selamat atas pembukaan SPPG Gunung Lingkas 003 ini. Dalam catatan kita, ini merupakan SPPG yang ke-24, walaupun memang sebelumnya ada tiga yang sempat dihentikan sementara,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan memperbaiki kualitas gizi generasi muda.
Ia berharap dengan bertambahnya jumlah SPPG, pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat dapat semakin luas dan merata.
“Harapan kita tentu pelayanan ini semakin luas dan merata. Program ini diluncurkan untuk memperbaiki gizi anak-anak kita, sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.
Khairul juga menekankan pentingnya memperhatikan komposisi gizi dan kualitas makanan yang disediakan melalui program tersebut. Menurutnya, standar gizi harus benar-benar dijaga agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.
Selain itu, ia berharap program ini juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan para mitra di daerah.
“Kita juga berharap pemberdayaan ekonomi lokal bisa berjalan, dengan mengoptimalkan mitra lokal seperti peternak, petani, dan nelayan. Harapannya program ini tidak hanya memperbaiki gizi tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, dari total 24 SPPG yang telah dibuka, sekitar 21 unit saat ini dalam kondisi operasional, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap perbaikan.
Ke depan, jumlah SPPG di Tarakan masih berpotensi bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah sasaran program, seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil.
“Kalau idealnya satu SPPG melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 orang. Jadi nanti akan disesuaikan dengan jumlah sasaran seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah yang ada di wilayah tersebut,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post