SB, TARAKAN – Negara kembali menegaskan kehadirannya hingga ke wilayah terluar melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 yang digagas oleh Bank Indonesia. Kalimantan Utara menjadi lokasi ke-10 pelaksanaan program ini, yang secara simbolis dilepas dari Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Selasa (15/7/2025).
Dalam seremoni pelepasan tersebut, KRI Singa – 651 resmi diberangkatkan membawa misi kedaulatan Rupiah ke lima pulau 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) yang meliputi Pulau Sebatik, Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, dan Bunyu. Ekspedisi ini melibatkan 15 pegawai BI dan 58 personel TNI AL yang dipimpin Letkol Laut (P) Leonardus Deddy.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Hari Widodo menjelaskan, ERB bukan sekadar program kas keliling, namun juga jawaban atas tiga tantangan utama dalam distribusi uang di Indonesia. Hal ini meliputi geografis, literasi masyarakat, dan potensi dominasi mata uang asing di wilayah perbatasan.
“Kita masih menghadapi banyak wilayah blank spot yang belum bisa dijangkau oleh perbankan. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana memperlakukan uang dengan benar, serta adanya kecenderungan menggunakan mata uang asing di beberapa kawasan perbatasan,” ujar Hari saat melepas tim ekspedisi.
Ia kembali menegaskan, kehadiran ERB bukan hanya soal membawa uang Rupiah, tapi juga mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). “Pengedaran uang oleh Bank Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan 45 kantor perwakilan kami. Dibutuhkan sinergi semua elemen bangsa, termasuk TNI, untuk menjawab tantangan kedaulatan ekonomi,” tegasnya.
Program ini juga dirangkaikan dengan layanan penukaran uang layak edar, edukasi masyarakat dan pelaksanaan pasar murah di Pulau Sebatik hasil kolaborasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nunukan. Selain itu, TNI AL turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi kapal perang KRI Singa melalui program Open Ship.

Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltara, Polymaart Sijabat, yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara, menyambut baik pelaksanaan ERB. Ia menyebut program ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara di wilayah strategis perbatasan.
“Kegiatan ini adalah sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah. Kalimantan Utara sebagai beranda terdepan bangsa sangat memerlukan kegiatan seperti ini untuk menjaga eksistensi dan fungsi negara, terutama dalam hal kedaulatan Rupiah,” katanya.
Sementara itu, Komandan Lantamal XIII, Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady menyampaikan, sinergi antara TNI AL dan BI merupakan bentuk nyata bela negara dari dua sisi berbeda. “TNI AL menjaga wilayah dengan pertahanan, sementara BI menjaga kedaulatan ekonomi dengan Rupiah. Ini bentuk komitmen bersama dalam menjaga NKRI dari berbagai lini,” ujar Ferry.
Sejak pertama kali digelar tahun 2012, kerja sama BI dan TNI AL melalui program ERB telah berhasil menjangkau 655 pulau di seluruh Indonesia hingga tahun 2024. Tahun ini, ERB menargetkan pelaksanaan 18 ekspedisi di 18 provinsi dan menyentuh 90 pulau 3T. Dengan hadirnya ERB 2025 di Kalimantan Utara, BI berharap misi penguatan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dapat terus digaungkan hingga ke ujung-ujung negeri. (rz)
Discussion about this post