Tarakan – Peresmian SMA Negeri 5 Tarakan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara dan dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Andrianus Hendro Triatmoko. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan menengah di Kota Tarakan.

Kepala SMA Negeri 5 Tarakan, Sri Utami, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas pembangunan sekolah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran sekolah baru ini sangat membantu menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan sarana dan prasarana.
“Terima kasih, jadi saya sebenarnya bersyukur sekali atas pembangunan SMA Negeri 5 Tarakan. Memang secara kebutuhan kami masih kurang,” ujarnya.
Saat ini, SMA Negeri 5 Tarakan masih menggunakan 6 rombongan belajar (rombel), sementara kebutuhan ideal mencapai 9 rombel. Artinya, sekolah masih kekurangan 3 rombel untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
Namun, kebutuhan akan meningkat pada tahun ajaran baru mendatang. Saat ini sekolah baru memiliki dua angkatan, yakni kelas 10 dan 11. Tahun depan, ketika sudah memiliki tiga angkatan (kelas 10, 11, dan 12), kebutuhan ruang belajar diperkirakan bertambah.
“Kalau untuk sekarang kurang 3 kelas. Tapi di tahun ajaran baru kami masih butuh 5 lagi, jadi totalnya masih kurang 8 rombel,” jelas Sri Utami.
Tak hanya ruang kelas, sekolah juga masih membutuhkan ruang pembelajaran keagamaan. Menurutnya, mata pelajaran agama seperti Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha memerlukan ruang khusus.
“Kalau total secara keseluruhan ruang kelas itu masih kurang 11,” tambahnya.
Sri Utami juga menyampaikan bahwa pihak sekolah berencana segera menempati gedung baru secara penuh. Selama ini, kegiatan belajar mengajar masih menumpang berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang berlaku hingga Februari.
“Insyaallah Senin ini kami akan segera pindah, karena MoU dengan SMK 14 itu hanya sampai bulan Februari,” katanya.
Saat ini, SMA Negeri 5 Tarakan memiliki 315 siswa. Rinciannya, kelas 10 terdiri dari 5 rombel dan kelas 11 sebanyak 4 rombel.
Pihak sekolah berharap kekurangan ruang kelas dan fasilitas penunjang dapat menjadi perhatian pemerintah, baik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal di masa mendatang.
Dengan diresmikannya SMA Negeri 5 Tarakan, diharapkan akses pendidikan menengah di Tarakan semakin merata dan mampu menampung kebutuhan peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya.(*)











Discussion about this post