TARAKAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sekota Tarakan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tarakan, Senin sore. Massa aksi berasal dari berbagai organisasi dan aliansi mahasiswa, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, pelayanan publik, hingga isu hak asasi manusia di Papua.
Melalui pernyataan sikap yang dibacakan secara terbuka, massa aksi mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai “kolonialisme gaya baru di Papua” serta menegaskan solidaritas masyarakat Kalimantan Utara terhadap masyarakat Papua.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah pusat dan Komnas HAM untuk mengusut tuntas kasus penembakan anak sipil bernama Nona Ali Kowaliah dan menghentikan pendekatan militeristik di Papua.
Mahasiswa juga menyoroti proyek strategis nasional di Kalimantan Utara. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan mengevaluasi dampak seluruh proyek strategis nasional agar tidak merugikan masyarakat lokal.
Dalam tuntutan lainnya, massa aksi meminta Pemerintah Kota Tarakan mencopot Lurah Kampung 6 yang dinilai bertindak arogan dan melanggar kebebasan berkumpul serta berserikat. Mereka juga menuntut pencopotan Direktur PDAM Kota Tarakan atas dugaan tindak pidana perlindungan data pribadi.
Tak hanya itu, mahasiswa mendesak Ketua DPRD Kota Tarakan untuk merekomendasikan pencopotan kedua pejabat tersebut kepada Pemerintah Kota Tarakan.
Di sektor keamanan, massa aksi meminta Polres Tarakan membenahi internal kepolisian agar tidak melakukan pengamanan secara tebang pilih dan menjamin keamanan ruang dialektika mahasiswa.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Dalam pernyataannya, massa aksi berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat didengar, dipertimbangkan, dan segera ditindaklanjuti demi terciptanya Tarakan dan Kalimantan Utara yang lebih baik.(*)











Discussion about this post