Tarakan – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) kembali membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Angkatan III Tahun 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan yang disertai sertifikasi.
Kepala Disnaker Tarakan, Agus Sutanto, mengatakan minat masyarakat terhadap program pelatihan masih sangat tinggi. Pada pelaksanaan Angkatan II, kejuruan roti dan kue serta komputer menjadi dua bidang dengan jumlah peminat terbanyak.
Meski demikian, jumlah paket pelatihan yang tersedia tahun ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Agus menjelaskan, kondisi tersebut merupakan dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
“Tahun ini hanya ada enam paket pelatihan. Kita semua memahami karena adanya efisiensi anggaran. Bahkan tahun lalu seharusnya kami mendapat tujuh paket, tetapi akhirnya tidak mendapatkan sama sekali sehingga tidak ada pelatihan yang dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum adanya efisiensi anggaran, Disnaker Tarakan pernah menyelenggarakan hingga 17 paket pelatihan dalam setahun, bahkan pada tahun tertentu mencapai 33 paket.
Menurut Agus, berkurangnya jumlah pelatihan tidak sejalan dengan tingginya kebutuhan masyarakat. Setiap tahun, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Kota Tarakan mencapai sekitar 1.500 hingga 1.800 orang.
“Kalau melihat kebutuhan dan minat pencari kerja, pelatihan ini masih sangat diperlukan. Idealnya paling tidak sekitar 50 persen dari pencari kerja itu bisa mendapatkan pelatihan,” katanya.
Agus menambahkan, seluruh peserta yang mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional akan memperoleh sertifikat kompetensi. Sertifikasi tersebut dinilai penting karena kini banyak perusahaan dan dunia industri menjadikannya sebagai salah satu persyaratan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Sekarang dunia usaha dan dunia industri banyak yang mensyaratkan sertifikasi bagi pencari kerja. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat memudahkan mereka untuk memasuki dunia kerja,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post