TARAKAN – Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan terus berupaya meningkatkan kualitas pelatihan vokasi melalui penguatan kompetensi instruktur. Namun, pengembangan program pelatihan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga anggaran.
Kepala LLK Kota Tarakan, Syahriansyah, mengatakan keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga dipengaruhi kualitas instruktur serta kelengkapan fasilitas pendukung.
“Pelatihan bukan hanya melihat pelatihannya saja. Ada faktor penentu seperti instruktur dan sarana prasarana. Karena itu instruktur juga harus terus meng-upgrade kemampuan agar sesuai dengan perkembangan dunia kerja saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi instruktur dilakukan melalui pembinaan Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah pemerintah pusat. LLK Tarakan telah mengusulkan program peningkatan kapasitas instruktur melalui surat resmi maupun mekanisme yang berlaku.
Meski demikian, ia menegaskan pembukaan pelatihan baru tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan tenaga pengajar.
“Kalau ingin membuka pelatihan yang baru, harus dilihat dulu apakah sarana prasarananya memadai dan apakah instruktur yang kompeten sudah tersedia. Semua itu selalu kami petakan,” jelasnya.
Syahriansyah juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan operator alat berat yang pernah diselenggarakan sebelumnya. Namun, program tersebut belum dapat kembali dilaksanakan karena membutuhkan anggaran yang besar.
Menurutnya, LLK Tarakan belum memiliki unit alat berat sendiri sehingga penyelenggaraan pelatihan harus disertai biaya tambahan untuk penyewaan alat selama masa pelatihan yang berlangsung sekitar 30 hari.
“Pelatihan alat berat membutuhkan biaya yang cukup besar karena kami tidak memiliki alat sendiri. Selain menyewa alat, kami juga masih belum memiliki instruktur khusus di bidang tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan Balai Latihan Kerja di Samarinda yang telah memiliki fasilitas dan peralatan sendiri sehingga biaya pelaksanaan pelatihan lebih efisien.
Meski demikian, LLK Tarakan tetap berupaya meningkatkan kapasitas seluruh instruktur agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri. Program pelatihan yang diprioritaskan saat ini adalah pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja serta dapat dilaksanakan dengan dukungan sarana dan anggaran yang tersedia.
“Kami sudah mengusulkan peningkatan kompetensi seluruh instruktur agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Prioritas kami adalah pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dapat dilaksanakan sesuai kemampuan yang ada,” pungkas Syahriansyah.(*)











Discussion about this post