Selasa, 8 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Tarakan

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

by Redaksi
09/08/2026
in Tarakan
A A
Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mencatat kebutuhan tenaga pendidik masih belum terpenuhi. Hingga Desember 2026, kekurangan guru di Kota Tarakan diperkirakan mencapai sekitar 285 orang berdasarkan kebutuhan pembelajaran dengan beban mengajar 24 jam per minggu.

Kondisi tersebut terjadi akibat sejumlah guru memasuki masa pensiun, mengalami mutasi, hingga meninggal dunia. Di sisi lain, pemerintah daerah kini menghadapi keterbatasan dalam melakukan perekrutan tenaga pendidik baru.

Baca Juga

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

Zainal Paliwang Dorong Penguatan Perdagangan Kaltara-Jatim

Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha mengatakan, kekurangan guru menjadi persoalan yang perlu diantisipasi karena jumlah tenaga pendidik yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

“Guru itu pensiun usia 60 tahun. Kita sampai 2026 ini tepatnya Desember mengalami kekurangan guru dengan hitungan 24 jam per minggu sekitar 285 orang. Kekurangan ini bukan semata-mata disebabkan oleh guru yang pensiun. Ada pula tenaga pendidik yang mengalami mutasi maupun meninggal dunia,” ujarnya, Senin (7/9).

Menurutnya, sebelum 2025 pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk merekrut tenaga honorer sebagai pengganti guru yang pensiun maupun meninggal dunia. Namun, kebijakan tersebut berubah setelah adanya ketentuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang menerapkan prinsip zero growth.

“Tapi kebijakan ini berubah setelah adanya ketentuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang menerapkan prinsip zero growth. Sebelumnya masih bisa, ada Perwali yang membolehkan kita masih boleh merekrut honor pengganti, apakah yang sudah pensiun atau meninggal,” jelasnya.

“Tapi setelah ada keluar Peraturan MenPAN yang prinsipnya zero growth, tidak boleh ada penambahan, makanya kita sekarang mengalami kekurangan guru,” sambung Tamrin.

Untuk mengantisipasi kekosongan tenaga pendidik, Disdik Tarakan memanfaatkan kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT), khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa yang mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ditempatkan di sejumlah sekolah untuk membantu menangani kelas yang kekurangan guru.

“Caranya mengantisipasi, kita kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan, dalam hal ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang memprogramkan PLP. Itulah yang kita manfaatkan untuk meng-handle kelas-kelas yang kosong,” tuturnya.

Tamrin menegaskan, mahasiswa PLP hanya diperbantukan sementara dan tidak menggantikan posisi guru secara permanen. Penempatan mahasiswa juga disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta latar belakang pendidikan masing-masing.

“Sifatnya sementara saja diperbantukan sampai masa PLP-nya habis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan guru pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memiliki karakteristik berbeda. Di tingkat SD, seorang guru umumnya menangani satu kelas sebagai wali kelas.

Sementara di tingkat SMP, kebutuhan guru lebih banyak berdasarkan mata pelajaran dan harus disesuaikan dengan latar belakang keilmuan masing-masing.

“Tapj saat ini kami kekurangan guru seperti Pendidikan Kewarganegaraan, kemudian Seni Budaya, termasuk juga IPS,” ungkapnya.

Untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Tamrin menyebut kondisi tenaga pendidik saat ini masih relatif mencukupi. Namun, pihaknya tetap mengkhawatirkan kebutuhan guru olahraga dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau olahraga saat ini masih cukup, nah itu kami khawatir juga 2-3 tahun ke depan. Saat ini masih aman, tidak tahu beberapa tahun ke depan. Guru olahraga ini termasuk sulit karena ada jurusan sendiri dan guru pelajaran lain tidak bisa menggantikan guru olahraga, berbeda dengan mapel lain masih bisa untuk pelajaran dasar,”bebernya.(*)

Berita Lainnya

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai mematangkan persiapan penerapan pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar (SD). Salah...

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan konektivitas dan kolaborasi ekonomi antara Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan...

Zainal Paliwang Dorong Penguatan Perdagangan Kaltara-Jatim

Zainal Paliwang Dorong Penguatan Perdagangan Kaltara-Jatim

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menyampaikan bahwa kegiatan misi dagang antara Provinsi Kaltara dan Jawa Timur...

Tekan Angka Kecelakaan Remaja, Satlantas Polres Tarakan  Gencar Gelar Edukasi Preemtif dan Preventif ke Sekolah

Tekan Angka Kecelakaan Remaja, Satlantas Polres Tarakan Gencar Gelar Edukasi Preemtif dan Preventif ke Sekolah

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Taraka masif menggelar program “Police Goes to School” di sejumlah sekolah menengah pada,...

Pemprov Kaltara Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Potensi Karhutla

Pemprov Kaltara Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Potensi Karhutla

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang mengikuti rapat koordinasi (rakor) terkait penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi...

Polda Kaltara Amankan Dua Perempuan Terkait Dugaan Peredaran Etomidate yang Dibawa Dari Tawau Malaysia

Polda Kaltara Amankan Dua Perempuan Terkait Dugaan Peredaran Etomidate yang Dibawa Dari Tawau Malaysia

by Redaksi
09/07/2026
0

TARAKAN – Subdit I dan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Utara mengamankan dua perempuan yang diduga membawa...

Discussion about this post

Terlaris

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

09/08/2026
Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

09/08/2026
Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

09/08/2026
Zainal Paliwang Dorong Penguatan Perdagangan Kaltara-Jatim

Zainal Paliwang Dorong Penguatan Perdagangan Kaltara-Jatim

09/08/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com