TARAKAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan konektivitas dan kolaborasi ekonomi antara Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, kerja sama antardaerah perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang beserta jajaran atas sinergi yang telah terbangun dalam pengembangan kerja sama ekonomi kedua provinsi.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur Kalimantan Utara, Pak Gubernur Zainal Paliwang dan tim bahwa proses ini berjalan dengan baik karena sinergi yang baik, karena kolaborasi yang baik,” ujar Khofifah.
Ia menyebut salah satu bentuk kerja sama yang dikembangkan adalah pola creative financing yang melibatkan pelaku usaha dari Jawa Timur maupun Kalimantan Utara.
Khofifah menilai masih terdapat potensi ekonomi masyarakat yang perlu digali dan dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya komoditas sarang burung walet dari Kaltara yang dinilai memiliki peluang pasar cukup besar.
Menurut Khofifah, Jawa Timur juga tengah memperluas akses pasar produk sarang burung walet ke sejumlah negara. Ia menyebut dalam dua bulan terakhir pihaknya telah melakukan penjajakan pasar di Hong Kong.
“Dua bulan lalu kita baru ke Hong Kong dan tiga tahun lalu kita susah memasukkan sarang burung walet melalui Hong Kong, baik itu untuk Korea, Jepang maupun China. Tapi dua bulan lalu kita sudah bisa memasukkan dalam jumlah yang cukup signifikan,” katanya.
Ia menilai peluang tersebut tidak hanya menjadi pasar bagi pelaku usaha Jawa Timur, tetapi juga dapat membuka pasar bagi masyarakat dan petani sarang burung walet di Kalimantan Utara.
“Artinya ini bukan hanya market bagi Jawa Timur, tapi market juga bagi masyarakat petani sarang burung walet yang ada di Kaltara,” ucapnya.
Selain sarang burung walet, Khofifah menyebut sejumlah komoditas dan produk lainnya juga memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah.
Dalam kegiatan tersebut, transaksi kerja sama antara pelaku usaha Jatim dan Kaltara tercatat mencapai sekitar Rp2,1 triliun. Sejumlah sektor yang mencatat transaksi cukup tinggi antara lain produk olahan daging unggas dan karkas ayam.
Selain itu, sektor perikanan dan kayu bulat dari Kalimantan Utara juga disebut cukup diminati oleh pelaku usaha asal Jawa Timur.
Khofifah berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pertemuan kali ini. Pengembangan sektor-sektor potensial lainnya diharapkan dapat terus dilakukan secara bersama-sama.
“Kita punya prinsip bagaimana kita berkembang bersama, kita maju bersama, kita berkembang bersama dan kita sejahtera bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan kerja sama ekonomi harus diarahkan pada pertumbuhan yang inklusif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
“Kita ikhtiarkan bersama, tidak ada sukses sendirian. Karena itu, makin banyak kolega, makin banyak kolaborasi, sinergi yang bisa kita lakukan, insyaallah kesuksesan juga makin besar yang bisa kita capai,” pungkas Khofifah.(*)












Discussion about this post