TARAKAN – Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan perdagangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah.
Kepala Bank Indonesia (BI) Kaltara Agus Taufik mengatakan, kegiatan tersebut menjadi forum yang baik untuk mempertemukan pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Menurutnya, kerja sama yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut dalam transaksi perdagangan maupun investasi.
“Ini tentunya satu forum atau acara yang sangat baik, ada kerja sama atau misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara,” ujar Agus.
Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut juga telah dilakukan penandatanganan kerja sama serta komitmen untuk meningkatkan transaksi perdagangan. Hingga siang hari, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp2 triliun.
“Sampai tadi siang kan sekitar Rp2 triliun. Kita tunggu sampai sore ini apakah ada penambahan,” katanya.
Agus berharap transaksi yang tercipta tidak hanya berlangsung selama kegiatan misi dagang. Pertemuan lanjutan, termasuk yang sebelumnya dilakukan secara daring, diharapkan dapat menghasilkan tambahan transaksi keuangan.
BI Kaltara juga mendorong agar hubungan perdagangan tersebut berlangsung secara timbal balik. Artinya, tidak hanya produk Jawa Timur yang masuk ke Kalimantan Utara, tetapi produk unggulan Kaltara juga dapat dipasarkan ke Jawa Timur.
“Kami tentunya berharap resiprokal. Artinya, dari Kalimantan Utara juga ada transaksi penjualan ke sana. Produk-produk yang dibutuhkan di Kalimantan Utara, terutama sektor pangan, itu dapat dipenuhi salah satunya dari Jawa Timur,” jelasnya.
Agus menilai meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi akan memberikan dampak terhadap perekonomian Kaltara. Terlebih, kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah terus berkembang.
“Tentu, dengan adanya aktivitas perdagangan dan investasi yang semakin meningkat di Kalimantan Utara, tentunya ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post