TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara melakukan tes urine secara acak terhadap motoris dan anak buah kapal (ABK) speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Rabu (16/9/2026). Dari 15 orang yang menjalani pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan clear dan tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba.
Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kaltara, Joni Effendi, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan transportasi laut.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi BNNP Kaltara bersama UPT Pelabuhan Tengkayu I dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.
Joni menjelaskan, pemeriksaan dilakukan setelah pihak UPT Pelabuhan Tengkayu I menyurati BNNP Kaltara untuk membantu pelaksanaan pemeriksaan terhadap awak kapal. Dalam pelaksanaannya, sampel pemeriksaan ditentukan secara acak.
Karena keterbatasan alat yang tersedia, pemeriksaan kali ini dilakukan terhadap 15 orang awak kapal. Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Jadi, alhamdulillah hasilnya dengan hari ini, dengan 15 ini tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Joni saat diwawancarai media, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan, dari 15 orang yang diperiksa tidak terdapat hasil positif penyalahgunaan narkoba. Seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan clear.
“Mudah-mudahan dengan 15 ini mewakililah kan dengan yang lain. Kita juga beberapa kali pernah kegiatan di sini,” katanya.
Joni menerangkan, mekanisme pemeriksaan diawali dengan penentuan orang yang menjadi sampel oleh pihak pelabuhan. Selanjutnya, BNNP Kaltara menerima 15 orang tersebut untuk menjalani pemeriksaan secara acak.
“Pengambilan sampling-nya kita serahkan dari Dinas Pelabuhan. Jadi kita tinggal terima 15 orang, kita acak dengan acak,” jelasnya.
Selain tes urine, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik atau body check terhadap awak kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur deteksi dini.
BNNP Kaltara juga memiliki mekanisme profiling terhadap orang yang menjadi sasaran pemeriksaan. Namun, dalam pemeriksaan kali ini, Joni menyebut tidak menemukan adanya perilaku mencurigakan dari 15 awak kapal yang diperiksa.
“Karena kadang-kadang kan datang dengan kesukarelaan itu kan sudah yakin dia enggak pakai,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post