TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.
Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Ajat Jatnika, mengatakan pelaksanaan GPM berkaitan dengan tugas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Artinya kita berusaha dari pemerintah daerah itu harus menjaga stabilitas harga,” ujar Ajat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tarakan bekerja sama dengan Perum Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Ajat menyebut GPM keliling telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dan masih terdapat sekitar tiga agenda berikutnya yang akan dilaksanakan.
Menurutnya, GPM berbeda dengan program Bantuan Pangan yang penyalurannya dilakukan melalui kelurahan. Dalam GPM, harga sejumlah komoditas dijual lebih murah dibandingkan harga pasar, meski selisih harga tetap dijaga agar tidak terlalu jauh.
“Iya, pasti dijaminlah. Cuma ya gak terlalu jauh tinggi,” katanya.
Ajat menjelaskan, penentuan lokasi GPM mempertimbangkan kemudahan akses masyarakat, terutama wilayah yang dinilai cukup jauh dari pasar. Selain itu, lokasi dipilih berdasarkan tingkat mobilitas masyarakat agar program dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Kita cari kira-kira tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat, yang lalu lintasnya agak banyak begitu. Dan usahakan menjangkau beberapa wilayah,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan GPM tidak hanya menyasar wilayah pesisir. Salah satu pertimbangan utama adalah menjangkau masyarakat di kawasan yang relatif jauh dari pasar. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyediakan sejumlah komoditas pangan, termasuk telur lokal.
Telur lokal menjadi salah satu komoditas yang paling cepat habis saat pelaksanaan GPM di kawasan Karang Anyar Pantai.(*)











Discussion about this post