TARAKAN – SMP Negeri 1 Tarakan memperkuat pengawasan terhadap perilaku siswa untuk mengantisipasi kenakalan remaja, mulai dari kebiasaan bolos sekolah, merokok, hingga potensi perkelahian antarpelajar.
Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, Mohammad Rachmat, mengatakan sekolah mengandalkan peran guru bimbingan konseling (BK), wali kelas, serta komunikasi dengan orang tua untuk mendeteksi dan menindaklanjuti persoalan yang melibatkan siswa.
Menurutnya, setiap laporan mengenai perilaku siswa yang berpotensi menimbulkan masalah akan ditindaklanjuti. Apabila terdapat siswa yang tidak masuk sekolah selama beberapa hari tanpa keterangan, pihak sekolah dapat memanggil orang tua untuk membicarakan kondisi dan penyebabnya.
“Kalau ada anak yang bermasalah atau tidak masuk beberapa hari, kami panggil orang tuanya. Kalau perlu dipanggil berulang kali, tetap kami lakukan,” ujarnya.
Selain itu, sekolah rutin mengingatkan siswa agar menghindari perkelahian, aksi pengeroyokan, serta perilaku negatif lainnya. Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan sekolah dan komunikasi wali kelas dengan siswa maupun orang tua.
Dari sisi pengawasan lingkungan, Rachmat menyebut sekolah memiliki pagar dan menerapkan pengendalian akses masuk sehingga aktivitas siswa di lingkungan sekolah lebih mudah dipantau.
Ia menilai upaya mencegah kenakalan remaja tidak cukup dilakukan melalui teguran. Dibutuhkan keterlibatan guru, orang tua, dan berbagai pihak terkait agar persoalan yang muncul dapat diketahui lebih awal dan ditangani bersama.(*)













Discussion about this post