TARAKAN – Edukasi hukum menjadi salah satu upaya yang pernah dilakukan SMP Negeri 1 Tarakan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai aturan dan konsekuensi dari setiap tindakan.
Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, Mohammad Rachmat, mengatakan sekolah pernah bekerja sama dengan pihak kejaksaan untuk memberikan penyuluhan hukum kepada siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan dan edukasi langsung di lingkungan sekolah.
Bahkan, dalam salah satu kegiatan terdahulu, pihak kejaksaan menghadirkan simulasi yang memperkenalkan siswa pada proses persidangan. Melalui kegiatan tersebut, pelajar mendapat gambaran mengenai bagaimana proses hukum berlangsung.
“Pernah ada penyuluhan dari kejaksaan. Bahkan, ada kegiatan bermain peran tentang jaksa dan hukum, lengkap dengan toga dan simulasi bagaimana proses mengadili,” kata Rachmat.
Menurutnya, kegiatan semacam itu penting agar siswa tidak hanya mengetahui aturan di sekolah, tetapi juga memahami hukum yang berlaku di masyarakat. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pelajar mempertimbangkan konsekuensi sebelum melakukan tindakan yang melanggar aturan.
Selain edukasi hukum, sekolah juga melibatkan BNN, kepolisian, dan puskesmas dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, keselamatan berlalu lintas, serta kesehatan remaja.
Rachmat menilai kolaborasi dengan berbagai instansi perlu terus dilakukan agar pembinaan siswa dapat mencakup berbagai aspek, termasuk pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesadaran hukum sejak dini.(*)













Discussion about this post