Tarakan – Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Kayan 2026” digelar di halaman parkir rumah jabatan Wali Kota Tarakan, Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel yang dimulai pukul 16.10 WITA itu melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi masyarakat dan relawan. Sejumlah satuan yang terlibat di antaranya Denpom dan Propam, Kodim 0907/Tarakan, Yonif Raider 613/RJA, Yonmarhanlan XIII, Satrad 204 Tarakan, Sat Brimob Polda Kalimantan Utara, serta personel dari berbagai satuan di Polres Tarakan.
Selain itu, kegiatan juga diikuti unsur pemerintah daerah dan instansi pendukung seperti Satpol PP dan PMK, Basarnas Kota Tarakan, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, hingga organisasi masyarakat seperti Senkom, Banser NU, RAPI, ORARI, dan Saka Bhayangkara.
Rangkaian apel diawali dengan masuknya Komandan Apel yang langsung mengambil alih pasukan, dilanjutkan dengan kedatangan pimpinan apel dan penghormatan pasukan. Selanjutnya dilakukan laporan Komandan Apel serta pemeriksaan pasukan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat 2026.
Pada kesempatan itu, amanat Kapolri yang dibacakan oleh pimpinan apel menyoroti situasi global yang masih dinamis, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi perekonomian nasional seperti nilai tukar rupiah dan harga komoditas.
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan diplomasi luar negeri yang bebas dan aktif serta memperkuat kerja sama internasional guna menjaga perdamaian dan stabilitas ekonomi. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk stok BBM dan LPG, agar tetap mencukupi serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa mobilitas masyarakat selama Lebaran diperkirakan sangat tinggi. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Dalam operasi ini, sebanyak 2.746 pos pengamanan disiapkan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah objek vital, seperti masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun, serta bandara.
Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Surat Keputusan Bersama mengenai pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa mudik dan arus balik. Pengaturan tersebut mencakup pembatasan operasional angkutan barang serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, dan ganjil genap.
Kegiatan apel gelar pasukan berakhir pada pukul 16.45 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, seluruh unsur yang terlibat menunjukkan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan, maupun kerawanan lainnya selama periode operasi.
Dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan tersebut, kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026 di Kota Tarakan secara umum dinilai siap untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.(*)











Discussion about this post