TARAKAN — Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan keadaan darurat bandar udara melalui rangkaian latihan Table Top Exercise pada Selasa (27/10/2026) dan Latihan Parsial Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan personel, menguji kecakapan komunikasi dan koordinasi, serta memperkuat sinergi antara pengelola bandar udara dan anggota Komite Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan.
Table Top Exercise yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2026 menjadi sarana untuk membahas skenario keadaan darurat, menguji alur komunikasi dan koordinasi, serta memastikan setiap unsur memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing dalam penanganan kondisi darurat operasional penerbangan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Latihan Parsial PKP-PK pada 28 Oktober 2026 di area ujung landasan pacu (runway) 24 Bandara Juwata Tarakan. Latihan yang dimulai pukul 15.30 WITA hingga selesai tersebut dilaksanakan melalui simulasi penanganan keadaan darurat dengan melibatkan personel PKP-PK dan sejumlah unsur komite.
Pelaksanaan kedua kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra eksternal, yakni TNI Angkatan Udara Anang Busra, Kepolisian Pos (Kepospol) Juwata Tarakan, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lion Air, Citilink, MAF, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), serta Susi Air. Kegiatan ini juga melibatkan unsur internal Bandara Juwata Tarakan.
Keterlibatan lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan bersama, terutama dalam aspek komunikasi, koordinasi, pembagian peran, dan dukungan operasional apabila terjadi keadaan darurat penerbangan.
Melalui rangkaian latihan ini, Bandara Juwata Tarakan juga mengevaluasi kesiapsiagaan operasional dan koordinasi antarunsur sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan prosedur penanggulangan keadaan darurat dapat dilaksanakan secara efektif.
Selama latihan parsial berlangsung, masyarakat di sekitar bandara berpotensi melihat kepulan asap tebal dan aktivitas kendaraan pemadam kebakaran di area ujung runway 24. Pihak Bandara Juwata Tarakan menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari simulasi yang telah direncanakan, bukan kejadian darurat yang sebenarnya.
Dengan terlaksananya rangkaian latihan ini, Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dan peralatan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan penerapan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan secara konsisten.(*)











Discussion about this post