Tarakan- Program tahunan “belanja bareng” kembali digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Tarakan menjelang Hari Raya. Kegiatan ini menyasar anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya berbagi kebahagiaan di bulan suci.
Kepala Pelaksana Harian BAZNAS Tarakan, Syamsi Sarman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Anak-anak yang telah didata kemudian diajak berbelanja langsung di pusat perbelanjaan, salah satunya di Ramayana Department Store yang menjadi lokasi langganan kegiatan tersebut.
“Anak-anak yatim dan anak miskin kita kumpulkan, lalu kita ajak berbelanja. Mereka bebas memilih kebutuhan seperti baju, celana, hingga sepatu, dan semuanya akan dibayarkan oleh BAZNAS,” ujar Syamsi.
Untuk tahun ini, BAZNAS menetapkan bantuan sebesar Rp500.000 per anak yang diberikan dalam bentuk uang tunai. Total sebanyak 100 anak menerima manfaat program tersebut, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menjangkau 80 anak.
Syamsi menyebutkan bahwa dana kegiatan ini berasal dari donasi berbagai pihak, termasuk Wali Kota Tarakan, sejumlah perusahaan, serta donatur individu seperti kalangan dokter dan masyarakat umum yang rutin berpartisipasi setiap tahun.
Ia juga menambahkan, sistem pemberian bantuan kini menggunakan uang tunai, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kupon. Hal ini dilakukan agar lebih fleksibel dan menghindari sisa kupon yang tidak terpakai.
“Kalau dulu pakai voucher harus dihabiskan, kadang ada yang tidak sempat. Sekarang kita berikan uang tunai supaya mereka bebas, bisa dibelanjakan hari ini, besok, atau bahkan di tempat lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syamsi membuka peluang adanya penambahan jumlah penerima manfaat jika donasi yang masuk terus bertambah hingga pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, tujuan utama dari program ini adalah menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa, terutama dalam menyambut Hari Raya.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan. Kita yang mampu mungkin sudah biasa merasakan, tapi anak-anak ini juga berhak merasakan kegembiraan yang sama,” tutupnya.(*)











Discussion about this post