TARAKAN – Kebiasaan pelajar menghabiskan waktu di kafe dapat diarahkan menjadi aktivitas yang lebih bermanfaat, mulai dari mengerjakan tugas sekolah hingga mencari referensi pembelajaran melalui perangkat digital. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menilai ruang publik dapat menjadi alternatif tempat berkegiatan produktif bagi siswa, asalkan tetap diimbangi dengan tanggung jawab dan pengelolaan waktu yang baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, S.T., M.Sc., mengatakan aktivitas siswa di luar sekolah perlu dinilai berdasarkan tujuan dan kegiatan yang dilakukan, bukan semata-mata dari lokasi mereka berkumpul. Menurutnya, kafe dapat dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, maupun menyelesaikan tugas selama kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.
“Kalau anak-anak ke kafe, sebenarnya tidak masalah selama kegiatannya positif. Bisa saja mereka membaca, mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Jadi yang perlu dilihat itu bukan tempatnya saja, tetapi apa yang mereka lakukan di sana,” ujar Tamrin.
Ia juga menyoroti penggunaan gawai yang semakin dekat dengan keseharian pelajar. Perangkat digital, kata dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sarana hiburan karena dapat menunjang proses belajar apabila digunakan secara tepat. Anak perlu dibiasakan memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi, membaca materi, dan menyelesaikan pekerjaan sekolah.
Tamrin menegaskan, pemanfaatan ruang publik dan teknologi perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter serta kedisiplinan siswa. Pelajar tetap harus mampu membagi waktu untuk belajar, beristirahat, dan berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sosial. Karena itu, pendampingan diperlukan agar kebiasaan di luar sekolah tidak mengganggu kewajiban utama mereka sebagai peserta didik.(*)













Discussion about this post