TARAKAN – Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tetap menunjukkan kinerja positif pada Triwulan I 2026. Ekonomi Kaltara tercatat tumbuh sebesar 5,23 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh Lapangan Usaha (LU) Konstruksi dan LU Perdagangan. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Kaltara didukung oleh peningkatan investasi dan kinerja net ekspor yang tetap kuat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan bahwa tren pertumbuhan ekonomi daerah masih memiliki prospek yang positif ke depan.
“Ekonomi Kaltara pada Triwulan I 2026 tetap tumbuh tinggi sebesar 5,23 persen (yoy). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor konstruksi dan perdagangan, serta didukung investasi dan net ekspor dari sisi permintaan,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan perekonomian Kaltara masih berpotensi tumbuh lebih tinggi seiring dengan pengembangan hilirisasi industri aluminium dan hilirisasi pangan yang terus berjalan di wilayah tersebut.
Penguatan sektor hilirisasi dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, berbagai proyek strategis yang tengah berkembang di Kaltara juga diperkirakan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada periode mendatang.
Bank Indonesia optimistis sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kaltara agar tetap kuat dan berkelanjutan.(*)











Discussion about this post