TARAKAN – Kualitas udara di Kota Tarakan yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami fluktuasi. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan sempat mencapai angka 114 sebelum kembali turun ke kategori sedang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd dalam keterangannya, menyebutkan bahwa angka ISPU dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Pada saat wawancara, ISPU tercatat berada di angka 95. Kondisi tersebut membuat sekolah perlu menyesuaikan langkah perlindungan bagi peserta didik berdasarkan perkembangan kualitas udara.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang ditekankan, terutama ketika siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pihak dinas juga mengingatkan pentingnya membangun kembali kebiasaan menggunakan masker, mengingat tidak semua siswa konsisten menerapkannya.
Selain penggunaan masker, sekolah dapat mempertimbangkan pengurangan jam belajar atau pembelajaran dari rumah sesuai ketentuan yang berlaku dan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Pemantauan kualitas udara perlu menjadi perhatian karena perubahan ISPU dapat memengaruhi keputusan pembelajaran dari hari ke hari.
Sekolah diharapkan tidak hanya memperhatikan kelangsungan proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan langkah perlindungan terhadap siswa tetap berjalan selama kualitas udara terdampak karhutla.(*)













Discussion about this post