TARAKAN – Kejuaraan bulutangkis Phoenix Cup yang digelar oleh Phoenix Sport mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kota Tarakan. Turnamen ini dinilai menjadi angin segar bagi pecinta bulutangkis, mengingat jarangnya kejuaraan serupa digelar di daerah tersebut.
Ketua Panitia Kejuaraan Bulutangkis Phoenix Sport, Muhammad Ibrahim, S.Pd., Gr, mengatakan Phoenix Cup merupakan pertandingan pertama yang dilaksanakan di lokasi tersebut sekaligus menjawab kerinduan masyarakat akan ajang kompetisi bulutangkis.

“Kejuaraan ini memang sudah lama ditunggu masyarakat Kota Tarakan. Biasanya pertandingan hanya digelar satu atau dua kali dalam setahun, bahkan kadang hanya sekali. Karena itu kami berinisiatif membuat kejuaraan ini dengan konsep yang berbeda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Phoenix Cup menghadirkan kategori yang jarang dipertandingkan, seperti kelas B serta kelas ibu-ibu, yang untuk pertama kalinya digelar dalam skala se-Kota Tarakan.
“Ini yang menjadi sisi menariknya. Ibu-ibu juga kami beri ruang untuk berprestasi, tidak hanya atlet muda,” jelas Ibrahim.
Selain dari sisi kategori pertandingan, panitia juga menampilkan hal baru melalui Studio Mapping, teknologi visual yang baru pertama kali diperkenalkan dalam kejuaraan olahraga di Kota Tarakan.
Dari sisi peserta, antusiasme atlet dinilai sangat tinggi. Untuk kategori ganda putra tercatat 92 pasangan, sementara ganda putri diikuti 50 pasangan.
“Bagi kami ini antusiasme yang luar biasa. Ekspektasi awal hanya sekitar 64 pasangan, bahkan sempat mendekati 100 pendaftar. Karena keterbatasan waktu, akhirnya kami batasi di angka 90-an pasangan,” ungkapnya.
Kejuaraan Phoenix Cup dilaksanakan selama empat hari, mulai 9 Februari hingga 12 Februari, dengan partai final dijadwalkan berlangsung pada malam Jumat.
Tidak hanya peserta, jumlah penonton juga membludak. Bahkan masih banyak masyarakat yang tidak dapat masuk ke arena karena keterbatasan kapasitas.
Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Ini pertama kalinya kami mendapat dukungan sponsor yang begitu antusias. Terima kasih khususnya kepada Sponsor Phoenix serta Bapak Chandra dan Henry,” katanya.
Ke depan, Phoenix Sport berencana menjadikan Phoenix Cup sebagai agenda rutin.
“Kami sudah memiliki program. Kejuaraan ini bisa digelar dua hingga tiga kali dalam setahun, melihat antusiasme pemain dan penonton yang luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kota Tarakan, tidak hanya dari kalangan anak-anak, tetapi juga ibu-ibu.
“Jangan berhenti berolahraga. Ini kegiatan positif. Ibu-ibu juga masih bisa berprestasi dan tetap aktif,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post