Kota Tarakan — Pemerintah Kota Tarakan mulai menerapkan penyesuaian jam kerja serta berbagai langkah efisiensi energi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari strategi penghematan anggaran daerah.
Kepala BKPSDM Tarakan, Joko Haryanto, mengatakan bahwa perubahan jam kerja dilakukan dengan mengoptimalkan hari kerja efektif. “Jam kerja kita atur kembali, di mana hari Senin sampai Kamis waktunya diperpanjang, sementara hari Jumat hanya sampai pukul 11.00 WITA,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian tanpa mengurangi total jam kerja ASN. “Kekurangan jam di hari Jumat kita konversikan ke hari Senin sampai Kamis, jadi tetap sesuai ketentuan,” tambahnya.
Selain pengaturan jam kerja, Pemkot Tarakan juga mendorong gerakan efisiensi energi di lingkungan perkantoran. ASN diimbau untuk mengurangi penggunaan listrik, termasuk membatasi pemakaian pendingin ruangan.
“Kita dorong penggunaan ventilasi alami, buka jendela supaya cahaya masuk, dan kalau memungkinkan cukup menggunakan kipas angin,” kata Joko.
Pembatasan juga diberlakukan pada penggunaan kendaraan dinas, terutama pada hari Jumat. ASN dianjurkan menggunakan alternatif transportasi yang lebih hemat.
“Untuk hari Jumat, kendaraan dinas tidak digunakan. ASN bisa berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi lain seperti ojek online. Kendaraan dinas hanya untuk operasional tertentu,” jelasnya.
Tak hanya itu, penggunaan fasilitas kantor seperti lift juga diatur. ASN diminta menggunakan tangga untuk lantai tertentu sebagai bagian dari efisiensi energi.
“Lift kita batasi penggunaannya, seperti di gedung gabungan dinas (Gedung Gadis) misalnya hanya dari lantai tiga ke atas. Untuk lantai bawah diharapkan menggunakan tangga, kecuali untuk pasien dan tenaga medis di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Menurut Joko, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih efisien di kalangan ASN.
“Ini bagian dari upaya kita melakukan efisiensi secara menyeluruh, baik dari penggunaan listrik, bahan bakar, maupun pola kerja ASN,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post