TARAKAN – Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan merespons cepat laporan kebakaran di kawasan padat penduduk Jalan Imam Bonjol, Gang 3, Kelurahan Markoni, Kamis (8/10/2026).
Kepala Bidang PMK Tarakan, Eko S. Noko, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 11.48 WITA. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 11.55 WITA atau hanya sekitar tujuh hingga delapan menit setelah laporan diterima.
“Jam 11.48 kami mendapat informasi ada kebakaran di Jalan Imam Bonjol, Gang 3. Kami sampai sekitar 11.55,” ujar Eko.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati material yang terbakar berupa tumpukan sampah dan bambu kering yang sebelumnya telah ditebang. Api sempat membesar sehingga menimbulkan suara letupan dan membuat warga sekitar panik.
Berdasarkan informasi masyarakat, pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh seorang warga berinisial D. Petugas juga menerima informasi dari warga mengenai kondisi yang bersangkutan. Namun, untuk memastikan hal tersebut, pihak PMK akan berkoordinasi dengan unsur terkait dan kelurahan.
“Minimal nanti ada pemanggilan dan edukasi kepada yang bersangkutan. Karena ini kawasan padat penduduk,” jelasnya.
Petugas mengerahkan empat unit kendaraan pemadam dalam penanganan kebakaran tersebut. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 30 menit hingga dipastikan tidak ada lagi asap maupun titik api.
Eko menyebut kondisi lingkungan menjadi salah satu bahan evaluasi karena akses menuju lokasi cukup sempit. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam tidak dapat langsung menjangkau titik kebakaran sehingga petugas harus membentangkan dan menyambung selang hingga ke lokasi.
Menurutnya, PMK telah memiliki pemetaan terhadap sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Untuk lokasi seperti itu, penggunaan selang menjadi salah satu upaya yang dapat dimaksimalkan.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Jalannya sempit, sehingga mau tidak mau selang harus kami bentangkan dan sambung,” katanya.
Selain persoalan akses, PMK Tarakan juga terus memperkuat peran REDCAR (Relawan Pemadam Kebakaran) sebagai first responder di tingkat kelurahan. REDCAR nantinya diharapkan dapat memberikan informasi awal, membantu pemetaan akses, serta melakukan simulasi penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.
“REDCAR akan kami jadikan sebagai first responder. Selain membantu memberikan informasi awal, mereka juga melakukan mapping dan simulasi, termasuk menentukan akses, lokasi parkir unit, serta kebutuhan panjang selang,” ungkap Eko.
Ia mengatakan pembentukan REDCAR ditargetkan dapat diperkuat di seluruh kelurahan. Selain membantu penanganan kebakaran, relawan juga dapat berperan dalam edukasi masyarakat, pengamanan jalur evakuasi hingga membantu mengamankan barang warga saat terjadi bencana.
PMK Tarakan juga berencana berkoordinasi dengan Perumda Tirta Alam Tarakan terkait kemungkinan penyediaan hidran di sejumlah kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Menurut Eko, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam operasi pemadaman. Terputusnya pasokan air ketika petugas sedang melokalisasi api dapat membahayakan keselamatan personel.
“Dalam pemadaman, air baku tidak boleh putus. Itu sangat membahayakan anggota kami, terutama ketika petugas di depan sedang melokalisasi api,”ungkapnya.(*)











Discussion about this post