TARAKAN – Rapat Kerja Daerah (Rakerja) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, Selasa malam (13/1/2026).
Rapat kali ini dilakukan di Ballroom Hotel Lotus Panaya Tarakan, yang dihadiri ratusan kader baik itu ketua mauoun pengurus di seluruh Kaltara, dan juga beberapa tamu undangan lainnya.
Adapun perwakilan dari DPP Partai Demokrat ynag hadir diantaranya Ketua Dewan Pakar, Andi Alfian Mallarangeng, Ketua Dewan Pertimbangan, Sarjan Tahir dan Wakil Sekretaris Jenderal Jemmy Setiawan.
Sementara dari Kaltara, hadir lengkap pengurus harian Partai Demokrat baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Di antaranya Ketua DPD Partai Demokrat Kaltara Yansen Tipa Padan, Ketua DPC partai Demokrat Tarakan Herman Hamid ketua DPC partai Demokrat Malinau , Wempi W Mawa, ketua DPC Partai Demokrat Bulungan, Farida silviawati, ketua DPC Partai Demokrat Nunukan, Andi Mariyati, dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tana Tidung (KTT) Zulkifli.
Dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron apda saat konferesni pers mengingatkan bahwa rakerda jangan hanya menjadi acara seremonial. Akan tetapi menjadi momentum yang penting untuk menyusun program kerja dan strategi yang sinkron antara program kerja DPP Partai Demokrat dengan program kerja di daerah.
Menurutyna, DPP Partai Demokrat memiliki 10 program kerja berdasarkan hasil kongres. Selain itu, partainya juga masih fokus pada upaya penguatan struktur partai.
Seperti bagaimana langkah DPP ke depan, pelaksanaan musyawarah dan musyawarah daerah cabang, konsep pemenangan pemilu serta konsep yang akan dijalankan oleh Badan Saksi Nasional. Karena itu, diharapkan program-program tersebut dapat di kolaborasikan oleh pengurus DPD maupun DPC melalui strategi-strategi yang disusun dalam rapat kerja ini untuk menuju pada pemenangan Pemilu 2029.
“Kami selalu Ingatkan, jangan hanya seremonial. Jadikan ini menjadi momentum yang penting. Tadi saya senang pak Yansen di dalam sambutannya sudah mengakomodir harapan DPP. Bahwa pertama tentu bagaimana mesin partai ini terus bergerak,” ujar Herman Khaeron kepada awak media.
“Tadi ada arah-arahan ketua umum saya sampaikan juga. Terkait bagaimana penguatan terhadap struktur partai. Oleh karenanya banyak cara, banyak strategi yang tentu kami juga menyerahkan sepenuhnya bagaimana daerah bisa mengsikronisasikan dari seluruh strategi yang ada, baik yang dibangun dewan pimpinan cabang, tentu dengan organ di bawahnya maupun dewan pimpinan daerah yang tentu disinkronkan juga dengan 10 program umum yang ada di DPP dan sudah ditetapkan di dalam kongres,” urai Herman Khaeron kepada awak media.
Herman menilai boleh saja pengurus daerah memasang target karena hal itu wajib sebagai tujuan yang ingin dicapai Partai Demokrat. Karena itu rapat kerja juga harus merumuskan target perolehan kursk di masing-masing kabupaten dan kota, provinsi hingga nasional.
Herman kairon bersyukur Partai Demokrat di Kaltara mampu memperbaiki perolehan kursinya pada pemilu 2019 lalu. Di mana hasilnya Partai Demokrat mempertahankan satu kursi di DPR RI kemudian menambah satu kursi di DPRD Kaltara menjadi 6 kursi dan menjadi unsur pimpinan.
Pencapaian signifikan juga terjadi di kabupaten dan kota terutama di Malinau yang mampu meraih 9 kursi. Hal ini dinilai sebagai capaian yang luar biasa dan harus dipertahankan. Bahkan ditambah.
Karena itu Herman menegaskan mesin Partai Demokrat tidak berhenti akan tetapi harus terus jalan. Pengurus diharapkan dapat menggerakkan hati dan pikiran rakyat agar memiliki empati kepada Partai Demokrat.
“Caranya yaitu Partai Demokrat harus bekerja betul-betul, secara baik, secara sistematis, bekerja secara sungguh-sungguh untuk rakyat. Supaya ini menjadi catatan-catatan kebaikan Partai Demokrat yang nantinya Insya Allah ganjarannya pada waktu pemilu 2029,” ungkap Herman.
Ia juga menambahkan bahwa Rakerda ini merupakan amanah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga AD ART Partai Demokrat yang wajib dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Kaltara menjadi provinsi terakhir atau ke-38 yang melaksanakan sekaligus menutup pelaksanaan rakerda Partai Demokrat di seluruh provinsi di Indonesia. (*)











Discussion about this post