TARAKAN – Hujan menjadi persoalan tersendiri bagi Kristina, warga Jalan Panglima Batur RT 20, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah. Rumah yang ditempatinya bersama anak-anak sudah tidak layak. Kebocoran di sejumlah bagian membuat air masuk hingga ke tempat tidur, sementara keterbatasan ekonomi membuatnya belum mampu melakukan perbaikan.
“Kalau hujan itu basah kami tidur. Di luar situ basah, di kamar juga kebasahan, apalagi kami tidur di sampingnya saja,” tutur Kristina saat menceritakan kondisi rumahnya, Rabu (14/10/2026).
Sebagai ibu yang menjalani peran kepala rumah tangga, Kristina harus membagi penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keinginan memperbaiki rumah sudah ada, tetapi kemampuan ekonomi belum memungkinkan. Ia juga mengaku terkadang masih merasakan sakit ketika menjalani aktivitas.
“Sedihnya itu karena aku sendiri yang jadi kepala rumah tangga dan juga seorang ibu yang membesarkan anak-anak,” ungkapnya.
Ia mengaku sesekali bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Namun, penghasilan yang diperoleh belum cukup untuk membenahi rumah yang rusak. Kondisi tersebut membuatnya memilih bertahan dengan keadaan yang ada.
“Ya karena tergantung ekonomi juga, ya mau dibikin, mau dibaikin, tapi aku juga kadang kerja Senin-Kamis, kadang siku juga kadang sakit-sakit, jadi begitu lah tahan apa adanya,” katanya.
Kristina sebelumnya mengaku sudah didata oleh pihak kelurahan sekitar dua tahun lalu. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti tindak lanjut pendataan tersebut. Ia baru mendapat penjelasan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) mengenai bantuan perbaikan rumah melalui Kodim 0907/Tarakan.
Penjelasan itu sekaligus menjawab kekhawatirannya mengenai tenaga yang akan mengerjakan rumahnya. Kristina mendapat informasi pihak Kodim akan menyiapkan tukang untuk melaksanakan perbaikan, sehingga ia tidak perlu mencari pekerja sendiri.
Kabar bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur. Setelah sekian lama bertahan di rumah yang kerap bocor ketika hujan, ia berharap perbaikan dapat membuat tempat tinggalnya bersama anak-anak menjadi lebih layak.
“Saya bersyukur dan terima kasih karena Tuhan itu Maha Hadir. Di apa pun kesulitan, apa pun kesusahan kita pasti ada jalan keluarnya, Tuhan pasti akan membantu,” ucap Kristina.
Perbaikan rumah Kristina menjadi bagian dari sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Tarakan. Program yang dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan pada 13 Oktober hingga 11 November 2026 itu mencakup perbaikan lima rumah tidak layak huni (RTLH).
Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan, perbaikan rumah tersebut diarahkan agar warga dapat menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.
“Kita sudah menentukan titik, ada beberapa rumah yang sudah tidak layak huni akan kita perbaiki, kemudian akan kita buat semakin menjadi nyaman untuk ditinggali,” ujar Danan.(*)












Discussion about this post