TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, memastikan harga kebutuhan bahan pokok di wilayahnya dalam kondisi relatif stabil menjelang Ramadan. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Khairul mengungkapkan, pada awal pekan lalu sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan, khususnya cabai rawit. Namun berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, harga komoditas tersebut justru mengalami penurunan signifikan.
“Awal minggu kemarin beberapa harga cukup tinggi seperti cabai rawit. Waktu itu masih sekitar Rp125.000 per kilogram. Sekarang di lapangan sudah turun menjadi rata-rata Rp80.000 sampai Rp85.000 per kilogram,” ujar Khairul.
Selain cabai, sejumlah bahan pokok lainnya juga terpantau stabil, meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas bawang.
“Harga bawang memang agak naik sedikit, tapi tidak begitu tinggi. Secara umum mulai dari beras, gula, ikan, ayam, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, hingga sayur-sayuran seperti sawi dan kangkung relatif stabil. Termasuk ikan layang,” jelasnya.
Menurut Khairul, stabilnya harga dipengaruhi oleh ketersediaan stok di tingkat pedagang yang saat ini cukup melimpah.
“Justru sekarang cenderung turun karena stok di pedagang lagi banyak masuk. Mudah-mudahan kondisi ini bertahan sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri. Untuk menjelang Ramadan ini kita lihat harga cukup stabil,” katanya.
Stok Aman Berbulan-bulan
Dari sisi ketersediaan pasokan, Khairul memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman berdasarkan laporan dari Bulog dan dinas terkait.
Cadangan beras disebut cukup hingga enam bulan ke depan. Sementara stok gula diperkirakan aman untuk dua bulan ke depan dan minyak goreng hingga lima bulan ke depan.
“Beras bahkan diperkirakan masih cukup sampai setelah Idul Fitri dan Idul Adha. Ini kondisi yang cukup baik,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu lonjakan harga.
“Kami minta masyarakat tidak panik. Belanja sesuai kebutuhan harian saja supaya tidak memicu spekulasi. Biasanya secara psikologis kalau orang beli ramai-ramai, harga bisa naik walaupun stok sebenarnya cukup,” tegas Khairul.
Pemerintah Kota Tarakan bersama TPID akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas pasar menjelang Ramadan dan Idul Fitri.(*)











Discussion about this post