Tarakan- Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk para lanjut usia (lansia). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat berdampak pada naiknya angka harapan hidup, sehingga jumlah lansia ke depan akan semakin bertambah.
“Kondisi ini menuntut adanya langkah pemberdayaan agar para lansia tetap memiliki fungsi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ibnu Saud menjelaskan, keberadaan panti jompo maupun sekolah lansia merupakan bagian dari upaya menghadirkan perhatian negara kepada kelompok usia lanjut. Namun yang paling penting, menurutnya, adalah membangun kembali kerekatan sosial para lansia.
Ia menilai, perhatian dan kasih sayang keluarga terkadang tanpa disadari justru membatasi ruang gerak orangtua di rumah. Padahal melalui sekolah lansia, mereka dapat merasa lebih dihargai, memiliki aktivitas, serta berkesempatan melakukan berbagai kegiatan yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya.
Di lingkungan sekolah lansia, para peserta mengikuti beragam aktivitas seperti menggambar, membersihkan lingkungan, serta kegiatan sosial lainnya dengan penuh keceriaan. Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses menghidupkan kembali peran dan fungsi sosial mereka.
“Memang secara fisik terjadi penurunan fungsi, tetapi jangan sampai kondisi itu diikuti gangguan mental atau perasaan terasing yang bisa berujung pada masalah kesehatan jiwa,” tegasnya.
Ia berharap, melalui sekolah lansia, warga yang telah memasuki usia lanjut tetap produktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ibnu Saud mencontohkan, di berbagai belahan dunia terdapat tokoh-tokoh berusia lanjut yang tetap aktif dan berpengaruh.
“Semangat itulah yang ingin kita hadirkan di Kota Tarakan, agar para lansia tetap efektif, berdaya, dan mampu mengisi ruang-ruang pembangunan sesuai kapasitasnya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ibnu Saud juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Almarhamah bersama Abrar dan AYS yang telah menggagas program Sekolah Lansia. Ia mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai elemen, termasuk komunitas pemberdayaan perempuan seperti Asman Parigi.
Pemerintah Kota Tarakan, lanjutnya, siap mengambil peran sesuai kebutuhan, baik sebagai pendukung, pendorong, maupun pelaksana utama program. Peran pemerintah sebagai regulator, menurutnya, dapat diwujudkan melalui prinsip kepemimpinan adaptif: berada di depan untuk memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lansia sejatinya merupakan investasi sosial. Setiap orang yang diberi umur panjang pada akhirnya akan memasuki fase lanjut usia. Karena itu, tingkat kepedulian hari ini akan menentukan bagaimana negara dan masyarakat memperlakukan mereka di masa mendatang.(*)











Discussion about this post