Tarakan — Sebanyak 186 jamaah haji asal Kota Tarakan dipastikan siap diberangkatkan pada 4 bulan ini setelah seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara kesehatan dan administrasi). Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Tarakan, H. Asmawan.
“Alhamdulillah, jamaah kita sebanyak 186 orang dan semuanya sudah istitha’ah. Sebelumnya ada tiga orang yang belum memenuhi syarat sehingga tidak diberangkatkan,” ujarnya.
Jumlah jamaah ini mengalami perubahan dari data awal sebanyak 198 orang, menyusul adanya mutasi keluar sekitar 10 orang ke beberapa daerah seperti Sulawesi dan Jawa. Meski demikian, terdapat juga jamaah mutasi masuk, sehingga total akhir menjadi 186 orang.
Keberangkatan jamaah akan dibagi dalam dua penerbangan karena keterbatasan kapasitas pesawat reguler. Sebanyak 102 orang akan berangkat pada penerbangan pertama, sementara sisanya diberangkatkan pada penerbangan kedua di hari yang sama.
“Pembagian ini karena pesawat yang digunakan merupakan penerbangan reguler, sehingga juga mengangkut penumpang umum,” jelasnya.
Setibanya di Arab Saudi, jamaah terlebih dahulu akan menuju Madinah untuk menjalani ibadah arbain selama kurang lebih sembilan hari. Setelah itu, jamaah diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Total masa pelaksanaan ibadah diperkirakan berlangsung selama 40 hari.
Jamaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 16 Juni dan tiba di Balikpapan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tarakan pada 17 Juni.
Terkait petugas, dari Kota Tarakan terdapat satu tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) serta satu petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang akan mendampingi jamaah selama di Tanah Suci. KBIHU berperan memberikan pembimbingan ibadah tambahan bagi jamaah yang tergabung dalam kelompoknya, tanpa memisahkan dari kloter resmi.
Selain itu, Asmawan juga mengingatkan bahwa jamaah dalam kondisi tertentu seperti hamil tidak diperkenankan berangkat, mengingat perjalanan panjang dan kondisi fisik yang berisiko terhadap keselamatan ibu dan janin.
Pemerintah berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur.(*)











Discussion about this post