Minggu, 26 Juli 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Ekonomi

Petani Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Fluktuasi Harga Cabai

by Admin
01/16/2025
in Ekonomi
A A
Petani Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Fluktuasi Harga Cabai

Petani Cabai Rawit di Tarakan.

SB, TARAKAN – Fluktuasi harga cabai rawit (lombok) yang saat ini tidak menentu di pasaran membuat petani lokal menjerit.

Selain harus bertahan dengan persaingan harga cabai rawit dari luar daerah, biaya besar untuk pupuk pun memperburuk kondisi para petani lokal.

Baca Juga

Bank Raya Bersama Komunitas Tangan Diatas (TDA) Percepat Transformasi dan Pertumbuhan UMKM Lewat GEN TDA Raya

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Hadirkan Pengalaman Lapangan di Rig Offshore bagi Awak Media

Salah seorang petani cabai rawit, Yoel (30) mengatakan, harga cabai kini memang tinggi di pasaran seiring dengan naiknya harga pupuk.

Harga jual cabai rawit bahkan sempat naik sampai Rp180 ribu per kilogram (kg) pada akhir tahun baru 2024. Akan tetapi petani tidak mendapat keuntungan yang signifikan.

Namun, kondisi saat ini di pasaran relatif stabil sehingga harga jual cabai rawit dikisaran harga normal.

“Sekarang harga jual di angka Rp70 ribu, normal,” ucapnya.

Yoel juga menjelaskan, setelah harga normal para petani lokal di Tarakan masih cemas, lantaran tetap harus bersaing dengan stok cabai rawit yang datang dari luar daerah.

Lantas, hal ini yang membuat petani merugi, karena otomatis pedagang di pasar akan membeli cabai rawit lokal dengan harga rendah seiring stok melimpah di pasaran.

“Lombok (cabai rawit) dari kapal yang datang dari luar daerah lebih murah karena stoknya banyak. Jadi mereka (pedagang) lebih memilih lombok dari luar (Sulawesi) artinya itu telah mematikan harga pasaran petani lokal” ungkapnya.

Tak hanya itu, untuk pupuk juga mempengaruhi harga jual. Ia menerangkan, pupuk Mutiara yang biasa digunakan harganya mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Sedangkan kebutuhan petani untuk sekali pupuk ladang cabai rawit bisa mencapai Rp2 juta.

“Ya kami minta agar harganya (pupuk) di normalkan, karena kami rugi. Kalau harga cabai lagi anjlok Rp45 ribu, tentu kami dirugikan,” katanya.

Selain Yoel, seorang petani di Tarakan Utara, Sumitro (55) juga merasakan hal yang sama. Meski hasil panen lokal stabil tetapi harga jual justru murah.

“Artinya stok cabai kurang, tapi kalau cabai luar pulau datang disitulah harga cabai lokal anjlok,” terangnya.

Menurutnya, pasokan cabai rawit dari luar daerah sangat mempengaruhi omset petani lokal, lantaran membuat harga jual menjadi menurun.

“Ya pemerintah harus jeli melihat kondisi ini. Jangan sampai memasukkan stok dari luar banyak begitu,” tutupnya. (OC/SB)

Berita Lainnya

Bank Raya Bersama Komunitas Tangan Diatas (TDA) Percepat Transformasi dan Pertumbuhan UMKM Lewat GEN TDA Raya   

Bank Raya Bersama Komunitas Tangan Diatas (TDA) Percepat Transformasi dan Pertumbuhan UMKM Lewat GEN TDA Raya

by Redaksi
06/24/2026
0

Jakarta– Bank Raya bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) berkolaborasi dalam program GEN TDA Raya, yang merupakan program pendampingan usaha...

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba di Kalimantan Timur, Siap Pasok Kilang Balikpapan

by Redaksi
06/24/2026
0

Balikpapan – PT Indo Sino Oil Dan Gas (ISOG) mencatat tonggakpenting dengan berhasil mencapai Gas Pertama (First Gas) dariLapangan Karamba...

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Hadirkan Pengalaman Lapangan di Rig Offshore bagi Awak Media

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Hadirkan Pengalaman Lapangan di Rig Offshore bagi Awak Media

by Redaksi
05/20/2026
0

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali menghadirkan program edukasi media bertajuk Bincang Asik Soal MIGAS Ala PHI...

Lounching Sistem Pembayaran Tiket di Pelabuhan Tengkayu I Menggunakan QRIS

Lounching Sistem Pembayaran Tiket di Pelabuhan Tengkayu I Menggunakan QRIS

by Admin
12/12/2025
0

TARAKAN – Sistem pembayaran digital di Kota Tarakan terus berkembang. Grand Tarakan Mall (GTM) dan Pelabuhan Tengkayu I kini resmi...

Makelar Emas Bodong Resahkan Warga Nunukan, Pegadaian Siap Jadi Penyelamat

by Admin
11/13/2025
0

SB, NUNUKAN - Masyarakat Kabupaten Nunukan kini dihantui keresahan akibat maraknya praktik makelar emas "nakal". Para makelar ini diduga memanfaatkan ketidaktahuan...

Nunukan Jaga Harga Tetap Stabil, Inflasi Terendah di Kalimantan Utara

by Admin
11/04/2025
0

SB, NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat kabar baik bagi warga. Inflasi year-to-date hingga Oktober 2025 hanya sebesar...

Next Post
Enam Pria Asik Bermain Judi Diringkus Polisi, Uang Belasan Juta Jadi Barbuk

Enam Pria Asik Bermain Judi Diringkus Polisi, Uang Belasan Juta Jadi Barbuk

ODGJ Bikin Resah Warga, Kumpulkan Sampah hingga Bawa Sajam

ODGJ Bikin Resah Warga, Kumpulkan Sampah hingga Bawa Sajam

ART Gasak Uang Majikan Ratusan Juta, Aksinya Terekam CCTV

ART Gasak Uang Majikan Ratusan Juta, Aksinya Terekam CCTV

Discussion about this post

Terlaris

Hari Mangrove Sedunia 2026, PPIU M4CR Kaltara Dorong Penanaman Mangrove Berkelanjutan

Hari Mangrove Sedunia 2026, PPIU M4CR Kaltara Dorong Penanaman Mangrove Berkelanjutan

07/26/2026
Direktur  Bandung TV Alit Suwirya Terpilih Aklamasi Pimpin ATVLI Periode 2026–2030

Direktur Bandung TV Alit Suwirya Terpilih Aklamasi Pimpin ATVLI Periode 2026–2030

07/25/2026
Cekcok Soal Pekerjaan, Mandor Proyek Sekolah Rakyat di Tarakan Tikam Pekerja

Cekcok Soal Pekerjaan, Mandor Proyek Sekolah Rakyat di Tarakan Tikam Pekerja

07/23/2026
Disnaker Tarakan: Sekitar 1.600 Pencari Kerja Muncul Setiap Tahun, Lulusan SMA/SMK Mendominasi

Disnaker Tarakan: Sekitar 1.600 Pencari Kerja Muncul Setiap Tahun, Lulusan SMA/SMK Mendominasi

07/23/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com