SB, NUNUKAN – Kabar gembira bagi warga pedalaman Nunukan! Mulai awal September 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menggulirkan program andalannya, Subsidi Ongkos Angkut (SOA), demi menekan harga kebutuhan pokok yang selama ini membumbung tinggi di wilayah perbatasan.
Program ini akan berlangsung selama empat bulan ke depan, hingga Desember 2025, dengan fokus utama pada wilayah terpencil seperti dataran tinggi Krayan dan daerah pedalaman Lumbis.
“Empat bulan ke depan, mulai September hingga Desember 2025, kita kembali menjalankan program SOA,” ungkap Kepala DKUKMPP Nunukan, Sabri, saat ditemui usai rapat Paripurna di DPRD Nunukan, pagi tadi.
Sabri menjelaskan, kendala distribusi barang ke daerah pedalaman menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Program SOA disebut sebagai langkah efektif dalam mengurangi disparitas harga barang pokok, yang kerap jauh lebih mahal dibanding daerah perkotaan atau wilayah perbatasan Malaysia.
“Ini bukan implementasi yang lambat. Fokusnya adalah memenuhi kebutuhan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (NATARU),” jelas Sabri.
Tahun ini, Pemkab Nunukan bahkan melipatgandakan anggaran SOA sebagai bentuk komitmen kuat. Untuk jalur udara, alokasi naik dari Rp 1 miliar menjadi Rp 2 miliar dengan kapasitas pengangkutan hingga 8 ton sembako. Sementara SOA angkutan sungai juga naik dari Rp 200 juta menjadi Rp 400 juta.
“Jumlahnya naik seratus persen dibandingkan tahun 2024. Hal ini merupakan hasil dari rapat efisiensi anggaran, dimana ada pengarahan untuk pengendalian harga, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.
SOA udara akan menggandeng maskapai PT. Smart Cakrawala Aviation, khusus melayani jalur ke dataran tinggi Krayan. Sementara untuk wilayah Lumbis dan sekitarnya, distribusi akan difokuskan lewat angkutan sungai.
“Dengan kembali digulirkannya program SOA ini, diharapkan masyarakat di wilayah pedalaman Nunukan dapat merasakan dampak positif berupa stabilnya harga barang kebutuhan pokok, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka,” harapnya.
Dengan kebijakan ini, harga sembako di pelosok yang selama ini mencekik diharapkan bisa lebih bersahabat. Pemerintah menunjukkan kehadirannya bukan hanya dalam wacana, tapi lewat kebijakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga pedalaman. (dln)
Discussion about this post