Tarakan — Beredarnya informasi yang tidak jelas terkait dugaan flu burung dan larangan beraktivitas di pasar berdampak langsung pada aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang ayam di Pasar Tenguyun, Tarakan, mengaku mengalami penurunan drastis jumlah pembeli sejak isu tersebut menyebar di media sosial.
Salah satu pedagang ayam, Yustan, menyebut bahwa kabar yang diterimanya berasal dari pesan berantai di ponsel sejak sehari sebelumnya. Informasi tersebut membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati bahkan cenderung takut untuk datang ke pasar.
“Pengaruhnya sangat terasa. Hari ini pembeli jauh berkurang, bahkan dari pagi belum ada penjualan yang bergerak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kondisi pasar berjalan normal tanpa adanya penurunan signifikan. Namun setelah isu tersebut beredar, banyak masyarakat yang memilih menunda atau menghindari pembelian, terutama produk ayam.
Yustan juga mempertanyakan kebenaran informasi yang menyebut adanya pengambilan sampel ayam oleh pihak dinas kesehatan pada 14 April 2026. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah ada kegiatan pengambilan sampel seperti yang disebutkan dalam informasi tersebut.
“Biasanya kalau ada pengambilan sampel, kami pasti menerima pemberitahuan resmi beserta hasilnya. Tapi ini tidak ada sama sekali, makanya kami kaget,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga pedagang ayam lain di pasar maupun di wilayah sekitar. Penurunan jumlah pengunjung membuat para pedagang merugi karena dagangan tidak terjual.
Para pedagang berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi agar informasi yang beredar tidak semakin meluas dan meresahkan masyarakat.
“Kami berharap segera diluruskan supaya masyarakat tidak takut lagi dan kondisi pasar bisa kembali normal,” tutupnya.(*)












Discussion about this post