Tarakan– Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyampaikan bahwa ekonomi syariah kini memiliki peran yang semakin penting baik di tingkat global maupun nasional. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah.
“Capaian ini mencerminkan besarnya potensi sektor halal seperti makanan dan minuman, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, hingga fesyen muslim,” ujarnya.
Di Kalimantan Utara sendiri, perkembangan ekonomi syariah menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah UMKM bersertifikasi halal sebesar 64 persen (year on year) pada 2025, serta pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 12,93 persen.
KaShaFa merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah akselerasi pengembangan ekosistem halal di daerah. Tahun ini, puncak acara digelar pada 24–26 April 2026 di Islamic Centre Tarakan, melibatkan 54 UMKM dari seluruh Kalimantan Utara—meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 16 UMKM.
Mengusung tema “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”, kegiatan ini menargetkan transaksi hingga Rp3 miliar, lebih tinggi dari capaian tahun 2025 sebesar Rp2,60 miliar.(*)












Discussion about this post