Tarakan- kepala Disdagkop Tarakan Jumanto mengungkapkan stok minyak goreng subsidi merek Minyakita di Kota Tarakan saat ini tersisa sekitar 203 dus berukuran satu liter.
Menurut Jumanto, stok tersebut sebenarnya dipersiapkan untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan. Namun, keterlambatan distribusi kembali menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.
“Beberapa hari lalu kami sudah berkoordinasi dengan Bulog. Saat ini stok Minyakita kita tersisa sekitar 203 dus. Sebenarnya ini untuk persiapan penyaluran bantuan pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak Bulog juga belum dapat memastikan kapan pasokan baru akan tiba di Tarakan karena proses distribusi dan transportasi kapal yang memerlukan waktu.
“Bulog juga belum bisa memastikan karena kedatangan Minyakita tidak secepat yang kita harapkan. Ini juga harus melalui proses distribusi,” katanya.
Dari sisa stok yang ada, rencananya sebagian akan disalurkan ke Pasar Tenguyun dan Gusher. Namun jumlah tersebut dinilai sangat terbatas dan dikhawatirkan tidak mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
“Kalau ini sudah disalurkan, sangat disayangkan kalau kelangkaan Minyakita terus terjadi. Ini bisa menjadi problem juga bagi masyarakat,” jelasnya.
Jumanto mengatakan pihaknya bersama Bulog terus mencari solusi alternatif, termasuk kemungkinan mendatangkan minyak goreng merek lain. Namun, harga minyak non-subsidi dipastikan lebih tinggi dibanding Minyakita yang selama ini banyak dicari masyarakat.
“Kalau mendatangkan minyak lain tentu harganya lebih mahal. Karena masyarakat memang lebih mencari Minyakita yang bersubsidi,” ucapnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan harga minyak goreng akan mengalami kenaikan apabila kondisi keterbatasan stok terus berlangsung, terlebih menjelang Hari Raya ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan harga minyak goreng bisa naik,” katanya.
Saat ditanya mengenai ukuran stok tersisa, Jumanto memastikan bahwa 203 dus tersebut merupakan kemasan satu liter dan diperkirakan dapat habis dalam waktu kurang dari satu minggu.
Meski demikian, pihaknya berharap pasokan Minyakita dapat segera masuk ke Tarakan sebelum Hari Raya agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh minyak goreng subsidi.
“Harapan kita tentu ada pasokan yang datang sebelum Hari Raya. Mudah-mudahan masyarakat tidak mengeluhkan lagi soal Minyakita,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post