Tarakan – Selain memberikan layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga memanfaatkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat untuk meningkatkan edukasi dan literasi rupiah kepada masyarakat di wilayah 3T.
Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator BI Wilayah Kalimantan, Haris Munandar, mengatakan edukasi mengenai keaslian rupiah menjadi bagian penting dalam setiap ekspedisi.
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara mengenali uang asli melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Menurut Haris, setiap lembar rupiah memiliki sedikitnya tujuh unsur pengaman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir membedakan uang asli dan palsu.
Apabila masih ragu terhadap keaslian uang, masyarakat dapat membawa uang tersebut ke kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.
Selain meningkatkan literasi masyarakat, BI juga memperluas jangkauan Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Jika sebelumnya fokus pada pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain, kini layanan juga menjangkau pulau-pulau berpenghuni lainnya di Kalimantan yang membutuhkan akses penukaran uang layak edar.(*)













Discussion about this post