Tarakan – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Sapi’i, menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada kegiatan Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara di Dermaga Lantamal, Kota Tarakan.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sapi’i, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), serta seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat.
Menurutnya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar agenda distribusi uang rupiah layak edar, tetapi juga merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
“Kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong antarlembaga dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat ketahanan nasional, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sapi’i membacakan sambutan Gubernur.
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia memperoleh amanat untuk melaksanakan pengelolaan uang rupiah yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, hingga pemusnahan uang rupiah.
Amanat tersebut bertujuan memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk kawasan terdepan, terluar, dan terpencil, dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar.
Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyambut baik kembali dilaksanakannya Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penggunaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan simbol nyata kedaulatan negara. Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga menjadi simbol identitas nasional, pemersatu bangsa, sekaligus cerminan kebanggaan ekonomi Indonesia.
“Menjaga eksistensi rupiah berarti menjaga martabat bangsa, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa Kalimantan Utara sebagai provinsi yang berada di kawasan perbatasan memiliki posisi strategis dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan bangsa. Wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan Kaltara tidak hanya sebagai benteng pertahanan negara, tetapi juga kawasan strategis dalam mendukung kerja sama lintas batas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mendukung penggunaan rupiah di seluruh wilayah Kalimantan Utara, mulai dari perkotaan hingga daerah perbatasan, pulau-pulau terluar, dan wilayah terpencil.
Menurutnya, kehadiran Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan, menjaga stabilitas ekonomi, serta meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan.(*)











Discussion about this post