Tarakan- 26 Juli 2026, Alghi Fari Smith sebagai konselor keluarga yang juga bertugas di Dinsos PM Tarakan mendapat amanah menjadi narasumber dalam kegiatan Pengajian Ngopi Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Baitul Izzah Islamic Centre Kota Tarakan.
Mengangkat tema “Perilaku Seksual Menyimpang LGBT di Sekitar Kita, Apa yang Harus Dilakukan?”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama jamaah salat Subuh untuk membahas pentingnya penguatan ketahanan keluarga, perlindungan anak, serta peran masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam paparannya, Fari menyampaikan pentingnya menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak melalui pola asuh yang penuh kasih sayang, komunikasi yang terbuka, pengawasan terhadap penggunaan media digital, pendidikan agama, serta penanaman nilai-nilai moral sejak usia dini.
Fari menegaskan bahwa persoalan sosial harus disikapi secara bijaksana. Tidak boleh ada tindakan persekusi, intimidasi, maupun main hakim sendiri. Pendekatan yang mengedepankan edukasi, dialog, pendampingan, konseling, dan penghormatan terhadap proses hukum merupakan bagian penting dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Diskusi berlangsung sangat interaktif. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan peserta, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta bersama-sama membuat video psikoedukasi dengan pesan:
“Orangnya dekati, perilakunya jauhi.”
Pesan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk tetap menghormati martabat setiap manusia, mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan pendampingan, serta menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Terima kasih kepada Pengurus Masjid Baitul Izzah Islamic Centre Kota Tarakan atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada seluruh jamaah yang telah mengikuti diskusi dengan penuh antusias. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun keluarga yang tangguh, melindungi anak-anak, dan mewujudkan masyarakat yang semakin peduli terhadap kesejahteraan sosial.(*)











Discussion about this post