TARAKAN – Pelatihan Strategi Komunikasi dan Toolkit Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Kalimantan Utara digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026, di Hotel Duta, Kota Tarakan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pendamping desa yang terlibat dalam pelaksanaan program M4CR di berbagai wilayah Kalimantan Utara. Pelatihan ini menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas komunikasi para pendamping dalam mendukung pelaksanaan program, khususnya dalam membangun keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat tapak.
Manager PPIU Kaltara, Akhmad Ashar Sarif, mengatakan strategi komunikasi dan penggunaan toolkit menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program M4CR di tingkat subnasional Kalimantan Utara.
“Pelatihan strategi komunikasi dan toolkit ini sangat penting bagi pelaksanaan program M4CR di tingkat subnasional Kalimantan Utara. Kegiatan ini memberikan ruang bagi kita untuk menyamakan pemahaman mengenai bagaimana komunikasi yang efektif dapat mendukung pelaksanaan program, khususnya dalam membangun keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan di tingkat tapak,” ujarnya.
Menurutnya, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep dan materi yang diberikan selama pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Sebab, tenaga lapangan, pendamping, kelompok masyarakat, maupun pihak yang terlibat langsung memiliki karakteristik dan tantangan komunikasi yang berbeda.
Karena itu, toolkit yang diperkenalkan dalam pelatihan diharapkan dapat menjadi instrumen praktis yang mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Akhmad menekankan, komunikasi dalam program M4CR bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun dialog dengan masyarakat. Hal tersebut mencakup kemampuan mendengarkan, memahami kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat, serta mendorong keterlibatan dan rasa memiliki terhadap program.
“Kami juga berharap hasil pelatihan ini dapat diteruskan kepada rekan-rekan di lapangan dan menjadi bagian dari pola komunikasi PPIU Kaltara ke depan. Dengan komunikasi yang lebih terarah, partisipatif, dan konsisten, kita berharap pelaksanaan M4CR di Kalimantan Utara dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta keberlanjutan ekosistem mangrove,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SPEAK Indonesia dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Semoga pelatihan selama dua hari ini menghasilkan pengetahuan, keterampilan, dan praktik komunikasi yang dapat langsung kita implementasikan di lapangan,” bebernya.(*)











Discussion about this post